Adakah Toleransi?
Zaman semakian hari semakin
berkembang dengan segala kemajuan yang tak jarang membuat kita melongo. Sangat jauh
berbeda dengan zaman dahulu yang hanya mengandalkan fisik sebagai penumpu
pekerjaan. Kini untuk bekerja dan menghasilkan uang sudah tidak melulu tentang
menggunakan otot melainkan menggunakan gawai dan memanfaatkan teknologi
internet pun sudah bisa untuk mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit. Mempermudah
seseorang untuk menjangkau pasar yang jauh dan tak terbatas dengan ruang maupun
waktu sehingga bisa menghasilkan banyak uang walaupun hanya mengeluarkan
sedikit tenaga.
Inilah salah satu manfaat
kemajuan teknologi di era sekarang. Yang dalam kehidupan sangat membantu banyak
pekerjaan. Dari hal remeh seperti mencari informasi umum di kolom pencarian
google maupun berbisnis online. Namun rasa-rasanya tidak ada hal yang sejurus
mengandung kepositifan semata. Internet yang menandai sebagai perkembangan
tekonologi pun tidak terlepas dari timbulnya dampak-dampak negatif akibat
mudahnya akses mendapat informasi maupun mendapat informasi. Di bawah ini ada
beberapa hal negative yang timbul akibat internet atau kegiatan bersosial
media.
Pertama.
Membuat seseorang merasa kurang. Media
sosial sangat erat kaitannya dengan kehidupan seseorang zaman sekarang. Tangannya
tidak pernah lepas dari gawai. Siap posting foto-foto terbaru kala liburan,
show up prestasi, maupun ketika haha hihi dengan teman. Bisa juga ajang pamer
sana-sini, berlomba-lomba siapa yang paling baik reputasinya di media sosial. Hingga
tak sadar memicu munculnya perasaan kurang pada individu yang belum mampu
mengatasi gejolak sosial media. Membuat diri terasa rendah karena banyak
membandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang-orang yang diikuti dan
nampak di akun-akun sosial media mereka. Akhirnya menjadikan seseorang tidak
bersyukur dengan kehidupannya.
Kedua.
Mudah menimbulkan perpecahan. Setiap
orang bebas berekpresi menggunakan akun sosial media mereka masing-masing. Bebas
membagikan apa saja yang dikehendaki. Tak peduli apakah itu hal baik atau
tidak. Bagi orang-orang normal dan lurus mungkin tak masalah bila yang
dibagikan hanya sekedar rekaman perjalanan singkat, buku favorit, makanan yang
sedang disantap ataupun tempat yang sedang dikunjungi. Tidak akan berdampak
apa-apa untuk kehiudpan keseluruhan. Namun tak jarang dijumpai oknum-oknum
menyimpang penyebar berita bohong. Menyebar kebencian dan memihak satu kubu
tertentu, meggodok masa agar saling olok. Bagi pengguna media sosial yang tidak
jeli, maka bisa termakan dengan permainan oknum ini dan bisa menimbulkan
perpecahan yang tak terelakan. Sehingga perlu sekali dengan adanya kemampuan
bijak dalam bermedia sosial agar menghindari perpecahan dari sebuah berita
bohong.
Ketiga.
Mempengaruhi mental. Media sosial
bisa mengakibatkan kecemasan berlebih akibat informasi-informasi yang diterima
tidak valid maupun memojokkan satu individu akibat godokan massa. Sehingga dapat
memicu munculnya depresi dan perasaan dibenci. Maupun menimbulkan perasaan
kecanduan bermain media sosial dan tidak bisa berpisah dengan gawai. Disebabkan
oleh canggihnya teknologi yang bisa menyediakan segalanya sesuatu dan memuaskan
hasrat butuhnya hiburan.
Di atas beberapa hal negative yang
bisa ditimbulkan media sosial. Masih ada segudang alasan lagi yang menuntut
kita untuk hati-hati dan bijak dalam bermedia sosial. Namun kali ini hanya ada tiga
poin yang dibahas. Harapannya bisa sedikit menyentil kembali agar kalian tidak
lalai dalam bermedia sosial dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya.

Emang selalu ada hal positif dan nengatifnya, ya, Kak? Harus hati-hati. ^^
BalasHapusSepakat Kak
BalasHapus