Tak Ada Keberuntungan dalam Usaha
Orang bilang menyenangkan, ya, jadi orang bejo. Melebihi menyenangkan menjadi seseorang yang cerdas. Padahal asal ditau, keberuntungan tidak datang dengan tiba-tiba. Aslinya ada faktor-faktor pemanggil mengapa keberuntungan itu bisa menghampiri kita. Selain dibalik ketetepan takdir Tuhan, keberuntungan tau juga, bahwa memang kita pantas untuk didatangi. Mengapa bisa demikian? Sebagai contoh analoginya seperti ini, ada seorang tukang tambah yang terkenal ramah dan sabar dalam melayani pembeli. Tak pernah marah-marah, dan juga telaten. Suatu ketika hari sedang sepi orderan, taka da yang menambal ban sama sekali. Namun tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba datang seorang ibu-ibu paruh baya memberi sedekah nasi kotak sejumlah tiga. Sebanyak anggota keluarganya. Apakah ini kebetulan? Ketika bapak tambal ban itu adalah sosok yang menyebalkan dan tukang marah, sudah pasti ibu paruh baya tadi tidak akan berpikir akan membeikan sedekah nasi kotak itu ke bapak tersebut. Tapi rupanya, be...