Are You Ready
Ada yang tengah sibuk
Berkutat dengan diri, memoles ini itu
Berdalih ingin melakukan persiapan dan perubahan
Itu sungguh hal yang baik
Lalu ada lagi yang berlagak manis
Menampilkan diri dengan apiknya
Menunjukkan bakat ini itu atau bahkan keistiqomahan
Karena berharap dinilai sebagai sosok sempurna
O, tunggu dulu
Kali ini mereka mengemis perhatian di hadapan manusia
Bukan sang Pencipta
Lantas, pantaskah itu?
Lagi-lagi, kita sibuk terlalu memantaskan diri hanya untuk
yang tercinta
Padahal belum tentu akan berjumpa
Dan juga, belum tau cintanya itu untuk siapa
Dan kapan berlabuhnya
Ada yang mutlak daripada menunggu seorang pangeran tampan
turun dari kahyangan
Yang setiap hari sudah menilik kita
Dengan setianya kembali dan kembali hingga berulang kali
Menyapa dan siap menarik
Tak lain dan tak bukan
Apalagi bila bukan kematian
Tapi sungguh, aura keindahan seorang pangeran membutakan
mata setiap insan
Seolah hidupnya akan bertahan 1000 tahun lamanya
Dan mengupayakan segenap tenaga untuk menjalani hari-hari
itu dengan kekasih
Padahal, sekali lagi
Belum tentu
Bisa jadi hari ini, atau detik ini
Dia yang menyapamu terlebih dahulu
Kematian
Jangan tertipu oleh gemerlap keelokan paras sang insan
Ada yang lebih utama
Ada yang patut dipersiapkan
Jauh lebih penting melebihi hanya sekedar memantaskan diri
menjemput jodoh impian
Walaupun itu penting, namun berusahalah
Berubah karena Allah
Semua itu untuk Allah
Bukan karena seorang manusia

Berubah karena Allah. Ya karena berubah karena manusia hanya sesaat.
BalasHapusKalau hanya karena manusia nggak akan jadi apa-apa ya kak
Hapus