Tak Lagi


Mengering sudah air mata 

Ketika raga sudah tak lagi bersama 

Rindu ini membuncah 

Tatkala tubuhmu sudah tak ada dalam bayang-bayang 


Pelukku hanya sebatas pada angin kosong

Genggam erat tanganku sudah tak berarti

Suara bisingmu sudah tak terdengar 

Ingin rasanya kutarik kembali 


Gegap gempita malam itu 

Rumah ramai dengan ketiadaanmu 

Aku sering meracau 

"Ah, dasar bawel!"

Padahal hanya itu yang akan dinanti-nanti setiap hari 


Diri ini suka lupa

Bahwa dunia hanya sementara 

Tak sadar, bahwa kau bisa meninggalkanku kapan saja 

Hari ini? Atau besok? 



Hanya sabar menanti yg kubisa

Tak tau diri harus kemana

Kadang kala merasa bahwa semesta tak adil

Tapi tersadar bahwa Allah Sang Maha Adil 



Tak pernah terbayangkan

Engkau yang selalu kuacuhkan

Dirimu yang selalu tak nampak 

Yang aku sepelekan  


Semua menjadi nyata

Ketika kehilangan sudah di depan mata 


Hargailah dia yang masih ada 

Selagi raganya masih bisa kaugenggam 

Selagi kasih sayangmu bisa kau salurkan 

Kekecewaan akan sia-sia bukan? 

Tatkala senyumnya saja sudah tak bisa kau pandang

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

8 Rekomendasi Buku Yang di Baca Pevita Pearce