Potensi Meningkatnya Perekonomian Indonesia

 


Kemunduran

Di era pandemi semua sektor dimulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pariwisata semuanya mengalami kemunduran. Disebabkan adanya pembatasan hingga penutupan demi menerapkan protokol kesehatan. ktor dimulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pariwisata semuanya mengalami kemunduran. Disebabkan oleh adanya pembatasan jarak dan lainnya demi melangsungkan protokol kesehatan. 

Berbagai aktivitivas dibatasi dan dilingkupi dengan berbagai aturan-aturan. Tak jarang banyak sekali orang-orang yang hampir menyerah dalam menghadapai keadaan ini. Sulit untuk pemenuuhan kebtuhan, keuangan negara semakin anjlok, dan jauh sekali dari kata kesejahteraan.

Maka pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi semakin turunnya perekonomian dan kembali membangkitkan suntikan-suntikan sumber uang bagi negara. Yakni salah satunya pemerintah mulai memperbolehkan pembukaan tempat pariwisata di sejumlah daerah. Demi menyelamatkan kondisi negara yang krisis walaupun ditengah keadaan yang masih belum aman.

Pariwisata Umum dan Religi  

Pada bidang pariwisata sendiri terdapat sektor utama yang menjadi sorotan. Yakni pariwisata umum dan pariwisata religi. Dimana pariwisata umum identik sekali dengan hiburan, kesenangan, dan gaya yang sedikit glamor. Sedangkan dalam pariwisata religi, semua kental sekali dengan konsep-konsep kesederhanaan dan intim.

Kebanyakan orang bosan ketika sudah mengunjungi objek wisata hiburan. Untuk datang lagi ke dua atau ke tiga kalinya biasanya sudah tidak se excited waktu pertama kali berkunjung. Dan kemungkinan akan memilih destinasi lain. kecuali bila ada acara yang mengharuskan untuk kesana. Berbeda dengan pariwisata religi. Kebanyakan orang akan cenderung kembali lagi. Entah sudah kunjungan yang ke berapa kali namun tetap saja, mereka tidak merasa bosan dan jenuh. Justru berkebalikan dengan yang mendatangi wisata umum, para wisatawan religi akan selalu gembira ketika harus mengunjungi lagi. Yang padahal kemungkinan itu sudah kunjungan ke tiga atau ke empat kalinya. Semacam ajang untuk mereka dalam mendapat suntikam semangat dan memperbaharui keimanan.

Potensi yang Bisa Ditingkatkan

Namun disini perlu diluruskan bahwa kunjungan religi pun sebaiknya tidak hanya semata-mata ingin ngalap berkah. Sebagaimana kebanyakan yang salama ini banyak orang lakukan dengan metode pendekatan tradisonal. Namun ada hal-hal yang lebih besar daripada itu. Ada hal-hal yang tidak kalah penting, yaitu mengetahui sejarah dibalik tiap-tiap tokoh yang dikunjungi. Agar terasa mengenai perjuangan dakwah tokoh tersebut. Dan tentunya akan menyuntikkan keimanan yang sangat luar biasa kepada wisatawan.

Dan disinilah peran guide sangat dibutuhkan baik untuk bisa melengkapi sistem ke pariwisataan yang maju dan kompleks. Apalagi di objek-objek tradisional semacam makam dan taman edukasi, rasa-rasanya masih minim pendampingan sehingga kurang maksimal dalam menarik minat pengunjung. Karena hanya berisi itu-itu saja. Tanpa wisatawan merasa ada sesutu yang dapat diambil setelah pulang dari kunjungan wisata.

Maraknya Pembukaan Objek Pariwisata Baru

Pada era-era ini mungkin memang sedang gempar-gemparnya pembuatan tempat pariwisata baru. Yang biasanya diberdayakan oleh masyarakat sekitar. Namun seringnya, mereka hanya berupa tempat wisata umum dan tidak dikemas dalam bentuk religi. Padahal umum atau makam-makam tetap bisa dijadikan sebagai destinasi tempat pariwisata religi bila kita bisa mengelolanya dengan baik serta mengusung konsep syar’i.

Sebagai seseorang yang beracu pada Al-Quran, sudah sepatutnya kita mengelola setiap tempat pariwisata yang akan kita bangun dan kembangkan dengan konsep-konseop syariah. Agar ketika wisatawan berkunjung tidak hanya kesenangan saja yang terisi namun keimanan juga diperkuat. Dengan hal-hal semacam tadabbur alam dan sebagainya.

Bidang pariwisata religi dewasa ini semakin marak dikunjungi. Dan semakin meningkat presentasenya setiap tahun. Tidak hanya membahas tentang latar belakang dan sebagainya. Namun akan lebih baik lagi jika selalu diberengi dengan pengenalan-pengenalan sejarah dan melakukan kilas balik tentang peristiwanya. Agar lebih seru dan mudah dikenang oleh para wisatawan. Dan tentu saja sebagai ajang upgrade ilmu serta keimanan.

Penunjang

Untuk memaksimalkan setiap rancangan program yang ada, maka diperlukan juga adanya seorang guide. Bertugas sebagai pemandu wisatawan. Seperti yang tadi sudah sedikit disinggung diawal tulisan. Sebegitukah pentingnya guide dalam sebuah kunjungan ke pariwisataan?

Guide  berguna sebagai pemandu jalan seorang wisatawan. Bagaimana wisatawan bisa betah serta merasa enjoy sekaligus mendapat banyak ilmu bila guidenya tidak mumpuni. Banyak objek yang terlihat menjadi sangat mencolok kekurangannya karena ketidak cakapan guide atau bahkan tidak ada guide sama sekali. Yakni sebagai contohnya di tempat pariwisata baru. Padahal ini peluang emas untuk mengenalkan tempat tersebut kepada khalayak. Maka perihal guide ini Indonesia harus berbenah.

Selain aspek guide yang cakap, juga tentunya kita senantiasa mengembangkan tempat-tempat wisata agar semakin menarik minat wisatawan. Namun disamping itu semua ada hal-hal lain yang harus jadi fokus utama. Yaitu mengenai simulasi serta protocol kesehatan yang diterapkan dalam tempat wisata demi menjaga kesehatan wisatawan dari paparan virus. Yang akhir-akhir ini sedang gempar sedang menyerang seluruh dunia. Termasuk negeri kita tercinta.

Titik Terang

Dan ternyata setelah ditilik, kita sesungguhnya mempunyai peluang untuk mengembangkan sektor pariwisata. Dan fokusnya kepada pariwisata religi. Dengan memberdayakan warga sekitar serta bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata. Maka sudah bisa dijamin bahwa perekonomian Indonesia pun akan kian membaik.

Dan inilah tugas kita, untuk mengembangkan, mendirikan serta membuat Sistema-sistem ke pariwisataan dengan konsep keagaaman. Semata-mata sebagai ajang berdakwah, disamping niat utama sebagai bentuk turut andil dalam perbaikan perekonomian Indonesia.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

Teringat Kembali