Pencarian Makna Hidup


Dalam setiap perjalanan hidup manusia pasti banyak hal yang terjadi dalam proses menjalani kehidupan. Bukan hanya perasaan gembira karena suatu pencapaian melainkan juga keterpurukan akibat suatu hal yang menimpa secara mendadak sebagai bentuk ujian dari Allah SWT. Nyatanya setiap waktu kita dihadapkan dengan persoalan-persoalan yang cukup merumitkan bahkan memberatkan hingga terkadang membuat diri kita lepas kendali.

Allah SWT. menguji hambanya sesuai dengan kesanggupannya. Ujian setiap orang berbeda-beda, ada yang ringan hanya sekedar dijambret dompetnya ketika di pasar hingga yang diuji dengan kematian salah seorang keluarga atau pasangan hidup. Ujian terberat memang suatu perpisahan, dimana seseorang sudah tak akan lagi berjumpa. Menjadi akhir dari kisah perjalanan hidup bersama dan mau tidak mau harus berjuang untuk bangkit dan melanjutkan hidup dengan tanpa sosok itu lagi.

Kehilangan menjadi titik paling krusial dalam kehidupan. Tidak semua orang mampu bangkit dan berjuang kembali dengan kesendirian, berusaha menyembuhkan luka. Di titik inilah seseorang membutuhkan kekuatan iman untuk mendorong sisi psikologisnya. Supaya bangkit dan menemukan makna kehidupannya kembali. Dalam islam, cukuplah “mudah”. Mengutip dari sebuah ayat yang kurang lebih artinya, “Jadikanlan sabar dan sholat sebagai penolong.”

Allah SWT. sudah memberikan solusi untuk bangkit, dengan mendekatkan diri dan sabar, berupa sikap tawakal berusaha menerima segala keadaan dan mempercayai bahwa semua datangnya dari Allah SWT. dan harus diterima dengan sebaik-sebaik penerimaan. Bagi seseorang yang sudah Allah SWT. berkahi dengan keimanan, mungkin tidaklah begitu rumit, karena dia sudah mengetahui kuncinya lalu tinggal berproses saja menjalani. Namun, berbeda dengan seseorang yang tidak mengenal Tuhan. Pasti akan terasa sangat kosong dan hampa dan sini lah peran ilmu psikologi.

Dalam psikologi ada teori bernama logoterapi. Dengan empat tahap proses menemukan makna hidup bagi seseorang yang tengah sedih dalam kehilangan dan tidak ada motivasi hidup. Logoterapi berfokus pada pendampingan untuk membantu proses pencarian makna, gagasan, cita-cita, keinginan, dan kekuatan mencapai suatu hal yang diyakini. Frankl (2013: 5-9) menyatakan ada 3 konsep utama yang menjadi dasar filosofi model konseling logoterapi, yaitu freedom of will (kebebasan berkeinginan), the meaning of life (makna hidup), dan the will of meaning (keinginan akan makna). Dan empat proses yang harus dijalani tersebut adalah mengambil jarak  atas  simtom,  lalu tahapan modifikasi sikap, tahapan pengurangan sikap, dan tahapan orientasi terhadap makna.

 

Sumber:

https://academicjournal.yarsi.ac.id/index.php/Jurnal-Online-Psikogenesis/article/view/44/pdf

https://eprints.uny.ac.id/65942/3/Bab%20II.pdf

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

Teringat Kembali