Pengen, sih, tapi?
Sependek sepengetahuanku, semua
orang pasti punya mimpi. Entah apa pun itu. Misalkan saja seorang anak
kecil yang ingin punya tas baru, karena terbatasnya ekonomi maka memiliki tas
baru menjadi mimpi yang sangat tinggi bagi seorang anak kecil kala itu. Berbeda
dengan seseorang yang sudah bisa menafkahi dirinya sendiri dengan baik, maka
mimpinya pun bisa kian meningkat. Misalnya seorang fresh graduate bisa bermimpi
ingin membeli mobil A pada tahun ke tiga bekerja. Benar, bukan? Bahwa setiap
orang memang memiliki mimpinya masing-masing. Tak terkecuali aku.
Jika ditanya mimpiku apa, maka
dengan percaya diri akan kujawab “Banyak!” sah-sahnya saja, lho teman-teman
untuk bermimpi. Justru kita haruslah bermimpi, agar termotivasi untuk terus
bergerak. Tak peduli setinggi dan semustahil apa yang penting mau melangkah dan
berjuang. Bukan menjadi budak angan-angan, tetapi lebih kepada menetapkan
target terbesar. Agar ketika tidak tercapai setidaknya masih ada yang bisa kita
tuai dari perjalanan kita. Misalnya kita bermimpi ingin naik haji satu
keluarga, tapi ternyata rejeki dari Allah cukup untuk menaikkan haji ayah dan
ibu saja. Tapi setidaknya mimpi itu bisa terealisasikan juga, bukan? Walau belum
sepenuhnya. Dan itulah konsep bermimpi menurutku. Jadi teman-teman jangan takut untuk bermimpi, ya.
Salah satu dari sekian banyak
negara maupun kota yang ingin aku kunjungi bahkan ingin tinggal di sana adalah
Amerika Serikat, tepatnya di negara bagian California, Los Angles. Wah, kenapa
nih kok bisa nyasar punya kepinginan pengen ke sana? Jawabnnya satu dan
sederhana. Aku sering menonton film barat berlatar lokasi tersebut. Ya pengen
aja. Sesederhana itu. Mimpi tidak melulu harus yang wah. Hanya sekedar bisa
menginjakkan kaki di sana, menginap di hotel yang cukup, dan menyantap makanan
khas yang mampu kita beli sudah bisa dikatakan meraih mimpi kok. Karena bahagia
memang sesederhana itu.
Lantas ada beberapa hal lagi nih,
yang mulai menarik perhatianku dan semakin memancing keinginanku untuk segera
menginjakkan kaki di sana, simak di bawah ya.
Cuaca
Dengan cuaca yang hampir cerah
sepanjang tahun rasa-rasanya seperti di Indonesia. Tak khawatir untuk
menghadapi musim dingin dan repot mempersiapkan segala pernak-perniknya yang
kemungkinan hanya dipakai satu atau dua kali dalam beberapa tahun. Kan mubazir
gitu, ya. Jadi memilih negara-negara yang mempunyai iklim hampir sama dengan
Indonesia menjadi daya pikat tersendiri. Terlebih lagi bisa memaksimalkan waktu ketika di sana. Tidak berpatok dengan gangguan cuaca maupun udara dingin yang menyeruak.
Keberagaman
Bisa dibilang di negara bagian
ini banyak sekali etnis maupun agama yang tinggal berdampingan, menjunjung
tinggi toleransi dan kedamaian. Lagi-lagi, hal ini tidak jauh berbeda dengan Indonesia
bukan. Di mana kita tak perlu khawatir untuk dipandang aneh atau semacamnya. Setidaknya
tidak menjadi alien yang tersesat di lautan
manusia. Tak risau bagi muslimah yang berjilbab. Berbagai etnis saja bisa hidup
berdampingan dengan baik, apalagi hanya mengenai perkara kita memakai jilbab. Jarang-jarang,
lho, ada negara yang menjunjung tinggi keberagaman seperti ini. Terasa aman dan nyaman ketika bisa menginjakkan kaki di negara bertoleransi tinggi.
Pantai
Seperti di Indonesia, lagi-lagi. Di
sana pun banyak pantai-pantai yang tak kalah cantik dibanding di tanah air. Bagaikan
minum air laut, semakin minum semakin haus, bagi pecinta pantai pun
rasa-rasanya sangat merasa beruntung dan tertantang ketika bisa diberi
kesempatan mejelajah pantai-pantai di luar negaranya sendiri. Apalagi panorama
pohon palm yang merupakan ciri khas wiliyah pantai Los Angles, duh, tiada duanya. Langsung
berasa bahwa itu adalah Los Angles.
Dan masih banyak lagi hal-hal menarik
yang bila ada rejeki lebih bisa digunakan untuk menejelajah dunia. Salah satunya
Los Angles ini. Sebagai bentuk ucapan syukur serta perasaan takjub dengan
ciptaan-ciptaan Allah. Bahan taddabur alam dan mempelajari segala kebudayaan
dan keagamaan dari tiap-tiap negara yang bisa kita datangi. Ajang napak tilas
persinggahan nabi dam jejak-jejak peninggalan islam. Bagaimana, apakah kalian
tertarik juga ingin ke Los Angles?
Tapi tetap hati-hati, ya. Perhatikan
juga keimanan kita. Jangan sampai ketika tiba di sana kita mengikuti arus yang
kurang cocok dengan nilai moral dan agama kita. Lakukanlah apa yang positif dan
bermanfaat selagi tidak merugikan siapa pun dan setidaknya cukup untuk
memuaskan keingintahuan kita.
Komentar
Posting Komentar