Pergi


Air mataku jatuh tak berarah

Menatap lamat matamu dari kejauhan

Aroma hangatmu masih tersisa di sini

Melekat manis di permukaan baju

 

Hangat tubuhnya sempurna hilang

Dari lembutnya kulit bibirku

Rona merah muda di bibirku hilang

Seiring dengan langkahmu yang kian menjauh

 

Seperkian detik berlalu

Kakiku masih saja terpaku

Di sini, di atas jejak kaki jenjangmu

Memeluk erat bekas-bekas persinggahanmu

 

Senja menyapa

Mengusap sisa-sisa air yang tergantung di sekujur pipiku

Mengulas tawa

Membuatkan kembali merasa

Akan adanya cinta baru

Walau yang kini sedang hancur berkeping-keping

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

Teringat Kembali