Teringat Kembali
Berkali-kali sudah kubuka lembaran lusuh itu
Bayangan dan memori pun ikut berkelebat
Rasa yang hilang kembali terangkat
Oh, ini kah perihnya mengingat kenangan pilu?
Dahulu masih puti bersih
Hanya ada bekas coretan dan sisa gesekan akibat penghapus
Setelah empat tahun
Buku itu penuh dengan luberan tinta
Juga bekas air mata mengering
Sebuah kisah cinta klasik
Cinta monyet muda-mudi remaja kala itu
Puisi yang teroreh mungkin hanya sekedarnya
Aku paham betul
Dan tau
Tapi untuk melepas kenangan
Rasanya tidak mudah
Terus dan terus terbayang
Hingga akhirnya tersadar
Bahwa jalan kita sudah berbeda
Kenang dan ingat memang dua hal membosankan
BalasHapussemoga jalan yang kini lebih baik
BalasHapus