Kenapa Ngeblog, sih?

Kenapa Ngeblog Sih

Kenapa ngeblog, sih? Ini pertanyaan yang seringkali muncul dari mulut teman-temanku ketika tau aku memiliki blog. Apakah blog barang yang seaneh itu di mata anak-anak millenial terlebih anak-anak yang tidak cukup dekat dengan dunia kepenulisan? Coba, ya, kalian bantu jawab. 

Biasanya ketika ditanya seperti di atas jawabanku cuma satu, "Aku suka nulis." Iya, se-sederhana itu memang. Karena mau di platform apa saja ya rasanya sama saja. Ketika ada peluang mencicipi dunia per-blog-an ya kenapa tidak dimasukin sekalian, yakan? 

Toh, siapa tau nih, ya, siapa tau. Nanti bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah dari sesuatu yang kutulis. Bukan tujuan utama, tapi kalau bisa ya kenapa tidak. Selagi tidak merugikan orang lain dan menyebar berita bohong menulis kan sah-sah saja di manapun. Alasan menulisku yang sudah kutulis sejak beberapa waktu lalu pun bisa dibaca di sini. Rupanya seiring waktu motivasi menulis bisa berubah, ya. 

Kenapa Ngeblog?

Sudah terbilang beberapa kali mengikuti kelas tentang blog, selalu yang disinggung, "Kenapa ngeblog?" Mau tidak mau akhirnya berpikir serius tentang alasan ngeblog. Tidak lucu kalau alasannya hanya karena suka. Tidak ada big why di dalam kalimat itu. Harusnya ada pemicu yang lebih kuat. Dari tiap-tiap orang yang melakukan sesuatu passti ada alasan kuatnya. Di bawa ini adalah beberapa alasan kenapa ngeblog ala aku. Mungkin bisa men-trigger  kalian juga.

Alasan Ngeblog

1. Ingin Menebar Manfaat

Alasan klise untuk semua orang. Tapi memang benar, apalagi yang bisa dilakukan bila bukan untuk menebar manfaat. Walaupun ilmunya belum mumpuni untuk dikatakn expert pada bidangnya, tapi apa salahnya untuk berbagi sesuatu. Siapa tau dari sekian banyak tulisanku ada satu yang bermanfaat. Setidaknya bisa menjadi tabungan amal. 

Plus-plusnya ilmu yang dibagikan bisa semakin menempel pada ingatan. Karena dari proses mendengarkan, menulis pada catatan pribadi, lalu dituangkan kembali ke bentuk digital, itu tiga langkah yang selalu mengandalkan kerja otak. Harapannya selain bermanfaat untuk orang lain, bisa juga untuk kebermanfaat diri sendiri di masa mendatang. 

2. Tempat Dokumentasi

Dunia sudah beranjak keserba digital, bagiku yang cukup mengkhawatirkan lingkungan, mungkin bijaknya menulis secara digital saja. Bisa mengurangi penggunaan kertas serta disisi lain bisa memperpanjang daya simpan tulisan. Bila dibuku atau kertas, paling awet mungkin satu tahun dua tahun, kalau tintanya super bagus mungkin bisa lima tahun, mungkin. Atau amannya bisa pakai pensil supaya tidak takut tinta luntur. Tapi belum tentu bebas dari resiko buku basah ketumpahan air minum, kehujanan, atau hanyut oleh banjir. Pun belulm tentu aman dari gigitan hewann pengerat seperti tikus dan rayap. Maka beralih menulis secara digital merupakan solusi paling menguntungkan. 

Walaupun namanya takdir, ya, takdir. Tapi sebagai manusia setidaknya melalukan upaya terbaik. Entah akan berakhir seperti apa. Betul?

3. Membangun Portofolio

Sebagai seseorang yang ngakunya suka menulis, maka sia-sia bila keterampilannya tidak diasah dan dikumpulkan. Blog menjadi salah satu saranaku untuk membanun portofolio karya tulisan. Selain mudah diakses, nyatanya blog juga bisa menghasilkan uang. Sekali dayung satu dua pulau terlampaui. Bila bisa mendapat dua hal sekaligus, kenapa hanya satu yang ingin didapat. Selain menebar manfaat, tulisanku diblog sudah barang pasti bisa menjadi jejak langkah dan bukti tulisanku. Siapa tau, nanti ada klien yang minta dituliskan, siapa tau, kan. 

4. Mengasah dan Meningkatkan Keterampilan

Layaknya seorang seniman, penulis pun keterampilannya harus senantiasa diasah supaya meningkat dan menghasilkan karya terbaik. Seperti seniman pahat yang jam terbangnya tinggi maka pahatannya semakin mulus tak tercela. Pun bagi seorang penulis, semakin tinggi jam terbangnya semakin mulus pula tulisannya. Hingga harapannya ke tahap marketing tapi tulisannya tidak seperti jualan, asik bukan?

Ya, walaupun tujuan akhirnya bukan ingin experti di bidang copywriting, tapi harapan setiap penulis pasti ingin kualitas tulisannya meningkat. Entah dari sisi teknik menulis, maupun cara menuangkan ide tulisan, dan menyajikan informasi dalam format yang menyenangkan. Menurutku menulis di blog bisa memenuhi tujuan tersebut. Yakni ketika harus menulis penulis harus riset data, banyak membaca referensi, dan menuangkan dalam karya baru. Sebuah langkah besar untuk mengasah keterampilan menuils, benar?

5. Mengisi Waktu Luang

Katanya sih, waktu adalah uang. Jadi harusnya bisa mengisi waktu luang dengan sebaik-baiknya. Ada beberapa hal yang biasa aku lakukan ketika kosong jadwal. Mostly, membaca buku. Kalau mood-nya sedang bagus bisa merajut atau painting, tapi ini butuh niat paling besar. Alhasil jarang-jarang isi waktu luang dengan kedua hal ini. Maka alternatifnya adalah menulis. Karena tidak butuh daya besar untuk membuat satu tulisan, pun biasanya setelah membaca buku rasanya ingin buru-buru menuangkan kembali dalam bentuk tulisan versiku. Jadilah sudah, menulis sebagai aktivitas megisi waktu luangku. 

Nah, demikian "Kenapa Ngeblog, sih?" ala aku. Alasannya cukup mainstream, ya. Tapi ya, begitulah. Paling banter memang suapaya bermanfaat untuk orang lain. Selebihnya untuk alasan-alasan klasik lainnya. Siapa tau ada juga yang tertatik dengan dunia blog, alasan menulisku semoga bisa menjadi pemantik untuk kalian, ya.  Atau seidaknya lakukanlan pencarian makna hidup. Niscaya, akan bertemu sebenar-benarnya alasan untuk melakukan sesuatu. Terima kasih sudah membaca. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

Teringat Kembali