5 Tips Produktif Ala Aku
Tidak dipungkiri, ya, makin ke sini bawaannya makin males gerak dan mudah terdistraksi hal-hal. Apalagi kalau di dekat kita sudah ada gadget. Duh, seharian bisa, tuh, cuma natapin layar handphone saja tanpa melakukan hal apapun. Ada yang pernah seperti itu?
Aku, sih, pernah. Serius, deh. Seharian cuma berleha-leha. Hal yang dikerjakan sekedar yang wajib-wajib. Semisal ibadah, makan, hal-hal rutinitas pekerjaan rumah menyapu, ngepel. Setelah beres, yasudah lanjut scroll-scroll :(
Kubilang tidak melakukan apa-apa, karena dalam satu hari itu aku tidak menghasilkan sesuatu yang berarti. Malah terlena menghabiskan sisa waktu yang ada untuk menonton hal kurang manfaat. Padahal di sini, esensi dari kata produktif itu sendiri adalah, mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Kalau sekedar kewajiban diri sendiri, kurasa belum “begitu” bisa dikatakan produktif. Dan banyak pekerjaan alias sibuk, tidak bisa disamakan artinya dengan produktif. Jadi, bila hal-hal yang kulakukan hanya berkutat pada hal domestik, aku menganggap diriku tidak produktif.
Lantas apa yang menjadikan seseorang bisa dikatakan produktif?
Menurutku sendiri, seseorang bisa dikatakan produktif bila pada hari itu bisa menghasilkan sesuatu, yang bermanfaat untuk diri sendiri, selebihnya bermanfaat juga untuk orang lain. Misalnya nih, paling tidak bila kita sebagai pelajar atau mahasiswa, maka bisa mengerjakan tugas-tugas kuliah dengan maksimal dan bertanggung jawab. Dikerjakan sepenuh hati dan benar-benar dikerjakan. Tidak asal jadi atau bahkan mencontek pekerjaan teman.
Karena esensi dari tugas itu sendiri adalah untuk meningkatkan kemampuan diri sendiri, yang setelah itu bisa dibagikan lagi ilmunya kepada orang lain. Jadi bisa dikatakan hal di atas sudah termasuk ke dalam keproduktifan.
Misal lainnya, bila kita ingin menjadi seorang penulis, maka hal-hal produktif yang bisa dilakukan sehari-hari yakni menghasilkan tulisan. Entah seberapa panjang itu, setidaknya sudah menulis. Sebagai bukti kalau hari itu kita sudah berprogres. Tidak hanya berdiam diri.
Secara teori sebenenarnya mudah, ya. Bentuk keproduktifan itu pun, biasanya adalah hal-hal yang kita sukai. Jadi seharusnya tidak berat untuk dilakukan. Tapi di sini, tantangannya adalah menjaga konsistensi. Betul?
Nah, di bawah ini ada tips ala aku, untuk mengupayakan diri agar bisa tetap produktif. Simak, yaa..
Awali Pagi dengan Berdoa dan Pasang Niat Baik
Percaya tidak percaya, bila sebuah pagi tidak dibuka dengan awalan yang baik, pasti seharian itu kita tidak akan enjoy menjalani. Bawaannya ada, saja, hal-hal yang bikin diri merasa tidak minat untuk melakukan apa-apa. Atau hatinya dicondongkan untuk melakukan ke sia-siaan.
Maka yang awal dan utama, berdoa lalu pasang niat terbaik. Minta kepada Tuhan untuk memudahkan dan melancarkan kegiatan kita. Minta dijauhkan dari segala distraksi, dan dimampukan untuk menaklukan semua pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab kita di hari itu. Dengan demikian, usaha yang kita lakukan dibackup oleh yang Maha Pemberi Hidup. Mau serumit dan sebanyak apa, pasti akan Tuhan bantu.
Membuat To Do List
Setelah minta pertolongan kepada Tuhan dan memasang niat baik, yang selanjutnya membuat perincian daftar kegiatan yang hendak kita lakukan. Agar tingkat kesibukan dan keproduktifan yang mau dibentuk bisa terukur.
Dan tentunya kita ada acuan untuk bisa mengutamakan hal-hal mendesak. Sehingga waktu tidak terbuang dengan percuma, apalagi menyisakan hal yang penting luput dikerjakan.
Ambil Waktu Istirahat
Ketika energi sedang on power biasanya manusia cenderung akan habis-habisan. Tidak memikirkan waktu istirahat dan lainnya. Bertujuan, “aji mumpung.” Kapan lagi bisa sefokus ini, “Mumpung, ah. Masih rajin. Aku selesaikan semuanya.” Pernah seperti itu?
Aku pernah, hehe. Tapi ternyata hal tersebut tidak baik untuk tubuh. Kenapa? Itu seperti menghabiskan semua energi di satu waktu. Akhirnya menimbulkan kelelahan dan butuh waktu istirahat yang lebih panjang, berpotensi membuat diri bermalasan-malasan karena dalih, “Ah, butuh istirahat, deh. Aku capek banget. Udah kerja banyak hari ini.” Yakan?
Nah sebelum energi habis, lebih baik ambil istirahat pendek. Untuk memulihkan energi yang sudah terpakai. Misalnya setelah fokus bekerja selama 25 menit, maka ambil istirahat pendek selama lima menit, lalu lanjut bekerja kembali. Hal ini bisa mengistirahatkan pikiran dan merefresh otak untuk kembali fokus.
Atur Tenggat waktu
Sebuah kegiatan yang sudah direncanakan perlu dirincikan juga tenggat waktunya. Misalnya, kita hari ini ada kewajiban untuk menulis satu artikel, maka rincikan kapan ingin menulis, dan perkirakan kira-kira berapa lama tulisan itu akan jadi. “Aku mau menulis artikel pukul 20.00 dan akan menyelesaikannya pukul 22.00.”
Maka, ketika sudah ada tenggat yang diberlakukan, jadi mau tidak mau kira fokus dengan waktu tersebut. Menyiapkan diri sebaik mungkin untuk mampu menghadirkan diri secara penuh untuk bisa menyelesaikan satu tulisan di waktu yang telah ditentukan.
Orang-orang yang tidak memberi tenggat pada suatu kegiatan, biasanya akan terlena dengan waktu, lalu kehilangan momen, dan berujung tidak mengerjakan apa-apa. Sehingga menurutku memberi tenggat waktu ini, sangat penting untuk dilakukan.
Cari Waktu Produktifmu
Yang terakhir, cari waktu produktifmu. Setiap orang biasanya memiliki momen atau kecenderungan, dimana tubuhnya sedang berada dalam kondisi full energi dan bersemangat melakukan ini itu. Nah, kenalilah momen, ini. Lalu manfaatkan waktu tersebut untuk memadatkan kegiatan, agar target yang kita rincikan memiliki presentase keberhasilan tinggi.
Misalnya aku, merasa lebih bersemangat di waktu malam hari. Maka aku meletakkan hal-hal yang sulit, yang lebih butuh banyak mikir, dan serupanya, di waktu ini. Sedangkan pagi dan siang harinya aku habiskan untuk mengejarkan target kegiatan dengan sedikit energi. Dengan harapannya semoga semua kegiatan bisa terselesaikan dengan baik, tanpa membebani diri dan membuat semuanya terasa tidak nikmat.
Nah, mungkin itu saja sedikit tips yang aku lakukan untuk mengupayakan bisa produktif setiap harinya. Tentunya setiap orang memiliki tips “mengelabuhi” dirinya masing-masing, ya. Tapi semoga tips dariku bisa sedikit mencerahkan dan memberi trik untuk mengelabuhi diri.
Selamat menyelami diri sendiri!
Komentar
Posting Komentar