Kenapa JSR?

Source from: bogor.tribunnews.com
Edited in canva.com

Sebelumnya aku sudah menulis sedikit kisahku ketika menerapkan metode JSR. Tapi, apakah semua dari kita sudah mengenal baik apa itu JSR dan siapa yang mencetuskan?

Nah, maka di kesempatan kali ini izinkan aku untuk sedikit berbagi informasi mengenai latar belakang Jurus Sehat Rasulullah (JSR) cetusan Dr. Zaidul Akbar.

Dr. Zaidul Akbar sendiri adalah seorang alim, juga seorang dokter yang kehadirannya membawa segudang resep khas Rasulullah. Kembali menghidupkan kecintaan kepada Rasullah, dengan membagikan pola dan gaya hidup yang biasa dilakukan beliau Saw. sehari-hari.

Berbekal resep yang dikulik dari sumber Quran dan hadits, jadilah sebuah Jurus Sehat Ala Rasulullah. Yang melekat pada nama Dr. Zaidul Akbar. Dimana ada Dr. Zaidul, di situ pasti ada JSR.

Lantas, bagaimana sih, konsep JSR itu?

Sebetulnya nih, resep-resep yang Dr. Zaidul bagikan atau tips menjaga kesehatan ala Rasulullah ini sudah ada sejak jaman dahulu, lho. Dikenal dengan nama Tibbun Nabawi. Namun karena namanya yang asing, orang-orang tidak mengetahui, bahwa sesungguhnya Tibbun Nabawi ini sama dengan JSR. Tentang bagaimana pengobatan dan gaya hidup sehat Rasulullah semasa hidup.

Nah, lalu dipopulerkan kembali oleh Dr. Zaidul Akbar dengan pemberian nama yang anak muda banget. Terbukti sekarang ini, banyak anak-anak muda yang berlomba-lomba memperbaiki pola hidup.

Secara singkat dan sederhananya, JSR ini tebagi ke dalam tiga hal dasar.


Pertama, Makan Makanan Halal dan Tayyib

Kita sebagai manusia ini, tidak memungkiri kalau keinginannya hanya makan. Tapi perlu diingat, sebagai seorang muslim makanan yang hendak dimasukkan ke dalam mulut harusnya jelas kehalalannya. Entah segi hukum makanannya maupun bagaimana cara mendapatkan.

Karena ibarat kata percuma saja makanannya bergizi dan baik, tapi kalau mendapatkannya saja dengan cara bathil. Dampak keburukannya bagi tubuh akan sangat tinggi.

Lalu setelah halal disusul dengan tayyib. Kita memenuhi kebutuhan perut haruslah sesuai porsinya. Tidak hidup untuk makan. Jadi diusahakan sekali, makan bila sudah terasa lapar. Ambil makanan dengan porsi 1/3 perut. Supaya sisa 1/3 kedua bisa untuk menampung air, dan 1/3 terakhir untuk udara.

Bila porsi makannya banyak, 1/3 tersebut tidak akan seimbang. Dan bisa membuat perut kekenyangan. Lalu akhirnya berdampak pada diri yang malas bergerak, untuk ibadah dan lainnya.

Krusial yah, masalah makanan ini


Kedua, Gunakan Sesuatu yang Ada di Sekitar

JSR bisa diterapkan dengan cara yang sangat mudah dan murah. Karena resep pengobatannya berasal dari bahan makanan sehari-hari. Misalnya saja buah-buahan, sayuran, rimpang, biji-bijian.

Mengusung konsep kembali ke alam. Sedikit-sedikit kalau meriang jangan lari ke paracetamol. Kalau batuk jangan ke obat batuk. Sesungguhnya Allah sudah menyiapkan semua obat itu di alam, di tempat tinggal sekitar kita. Yang menunggu dimanfaatkan khasiatnya.

Maka dengan JSR ini, kita diajak untuk lebih mengenal dengan semua ciptaan Allah, memahami khasiatnya, dan memanfaatkannya di kehidupan sehari-hari. Dengan jaminan sembuh, InsyaAllah. Karena semua Allah yang menyediakan.


Ketiga, Sehat Untuk Ibadah

Tak memungkiri, ya. Namanya tubuh, pasti akan datang masa-masa dimana rasanya benar-benar loyo dan tidak bersemangat. Gampang lelah, malas, dsb.

Melalui ikhtiar memperbaiki pola makan dan gaya hidup sehat ini, semoga bisa membantu kita lebih semangat. Lebih sehat, bugar, dan bahagia. Supaya ibadah yang ditargetkan bisa dikerjakan secara maksimal.

Kan sayang banget yah, sudah punya target detail. Eh, rupanya badan tidak mampu, huhu.


Jadi, yuk. Kita bisa ikhtiar sama-sama. Untuk tidak dzolim kepada diri sendiri. Buang kebiasaan makan-makanan sampah. Lebih teliti memilah makanan dan cek sumber mendapatkannya.

Supaya upaya kecil kita ini, untuk menjaga tubuh Allah ganjar dengan kemudahan mendekatkan diri kepada-Nya.

Thanks to Dr. Zaidul Akbar, ya. Sudah kembali mengenalkan kita pada pola hidup sehat Rasulullah.

Komentar

  1. Kenal jsr ini cukup lama, Alhamdulillah biidznillah setelah rutin minum resep detoks, Allah kasih rizki bisa promil. ibadah dan ikhtiar

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAllah tabarakallah. Selamat ya ka. Rupanya yang dapet manfaat JSR bukan cuma saya. Ikut happy dengernya

      Hapus
  2. Aaahhh aku juga sama kak ngikutin resep JSR dari dr.Zaidul Akbar di Instagram. Bener bgt resepnya murah ada disekitar kita. Masya Allah, Allah telah menyediakan obat-obatan yg bisa kita buat sendiri dan rasakan khasiatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAllah, kak Fida udah ngikutin resep JSR juga rupanya, hihi

      Hapus
  3. Udah sering baca ttg beliau, bahkan follow ig beliau jg. Tapi saat ini belum bisa ngikutin hehe..

    BalasHapus
  4. Aku pernah rutin minum JSR badan jadi ngerasa bugar

    BalasHapus
  5. Pernah coba waktu batuk lama banget ga sembuh-sembuh. Sampai capek mau nangis, alhamdulillah pakai JSR lebih cepat dan murah penyembuhannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Another testi dari kak Tari, hihi. Aku kalau resep batuk belum pernah nyoba kak

      Hapus
  6. Wahh solusi yang terbaik. Terima kasih kak, saya coba ya

    BalasHapus
  7. Baru tau ada resep JSR yang sepertinya kudu diterapkan di kehidupanku yang mulai jompo. Padahal belum ada 30 tahun 🙈 terimakasih infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yukk, merapat kita, Kak! Wahai pemudi jompo, wkwk

      Hapus
  8. Terkait Makan Makanan Halal dan Tayyib ini, saya langsung teringat ucapan seorang teman yang bilang, kurma curian juga kalo dimakan jatuhnya haram. Sekalipun babi, boleh kita makan jika benar-benar dalam keadaan terdesak... Hmmm....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, betul banget, Kak. Jadi kudu aware banget sama sumbernya

      Hapus
  9. Wah informatif sekali artikelnya. Saya baru menerapkan pola makan saja sih yang 1/3 itu. Alhamdulillah saya gak gampang ngantuk hehe. Semangat terus kak

    BalasHapus
  10. kalau lihat postingan dr Zaidul Akbar tentang JSRnya, masyaAllah berdosa banget dengan tubuhku sendiri, hehe

    BalasHapus
  11. Aku sering banget dzolim sama badan sendiri.. Sering begadang makan juga nggak teratur.. Nanti kalo udah sakit baru nyesel. Dasar aku 😭

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

Teringat Kembali