Merasa Malas, Salahkah?


Tidak memungkiri, ya. Namanya manusia lagaknya seringsekali dihantui dengan rasa malas. Entah karena badan yang loyo sehabis mengejarkan banyak hal, atau bawaan mood di hari itu yang lagi tidak bisa diajak bergerak. Pokoknya, sering, aja, merasakan godaan berleha-leha. Yakan?

Atau bisa jadi ketika pagi hari sudah bersemangat melakukan ini dan itu, eh, siang harinya malah disibukkan dengan gadget. Sibuk menuruti ajakan orang-orang untuk menghabiskan waktu. Yang menjadikan rencana harian terbengkalai, lalu akhirnya malas mengerjakan. Salah siapa coba?

Tapi selain malas yang disebabkan oleh habisnya energi dan distraksi sekitar, rupanya penyebab terbesar rasa malas karena hilangnya motivasi diri. Tidak ada dorongan untuk mengejarkan sesuatu. Akhirnya terlena dan berakhir, “goleran.”

“Mau apalagi, saya. Nggak ada yang bisa dikerjakan. Nggak mendesak, juga. Nggak penting, ah.” Dan wording serupa lainnya.

Duh, sayang sekali bukan. Waktu harus terbuang percuma hanya karena kurangnya kemampuan mengelola diri. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa malas?

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa malas, berdasarkan macam-macam rasanya malas yang sering menyerang seseorang.

Confusion


Rasa malas yang terjadi akibat ketidaktahuan diri hendak memulai pekerjaan mana yang hendak dilakukan. Biasanya akibat banyaknya deadline pekerjaan yang perlu dikerjakan. Akihrnya membuat diri kewalahan.
Cara mengatasinya yakni dengan:
  • Membuat rencana atau membuat to do list
  • Berani untuk memulai, tidak usah pikirkan hasilnya, nikmati setiap proses
  • Lakukan pekerjaan saat ini, sambil berpikir setelah itu mau mengerjakan apa lagi
Lethargy


Rasa malas yang muncul karena seseorang merasa capek, badmood, dan habis energi. Kasusnya sering terjadi pada seorang mahasiwa yang berkegiatan lapis. Pagi harus kuliah, setelah kuliah ada organisasi, pulang organisasi ada agenda dengan teman. Wah, sampai rumah sudah tidak ada tenaga, ya? Membuat diri malas untuk bergerak. Meunda membersihkan badan, menunda makan, bahkan mengesampingkan tugas kuliah dengan dalih, “Aku capek.”
Cara mengatasinya bagaimana?
  • Coba tidur siang disela-sela jam sibuk (power nap) untuk mengembalikan energi yang sudah hilang, dan mengembalikan semangat bekerja
  • Biasakan olahraga ringan dan meditasi. Untuk membawa diri lebih berstamina dan bahagia
  • Perbaiki mood untuk boost energi, dengan cara membaca buku atau mendengarkan musik. Atau lakukan hobi yang kamu suka
Apathy


Seseorang merasa malas karena tidak mempunya motivasi diri dan merasa tidak peduli dengan semua hal di sekitar. Normalmya, seseorang akan merasa tergugah ketika melihat temannya produktif dan melahirkan banyak karya. Secara tidak sadar jadi ingin mengikuti jejaknya juga. Akhirnya bergerak dan ikut menghasilkan sesuatu.

Berbeda dengan seseorang yang tidak memiliki motivas. Ia tidak akan merasa tergerak untuk melakukan suatu hal. Alhasil hanya berdiam diri, dan dinilai sebagai orang malas. Walaupun sesungguhnya kalau kupikir, orang-orang seperti ini butuh tenaga profesional. Supaya bisa membantu mengatasi problem diri. Karena perkara motivasi diri, bukan suatu hal yang ringan. Bisa menjurus kepada problem-problem diri lain.

Indikasi seseorang tidak mengerjakan sesuatu, atau yang normalnya dianggap malas, bisa jadi bagi sebagian seseorang malas itu bukan sekedar malas. Tapi ketidakmemapuan diri untuk membawa tubuh bergerak.

Cara mengatasi orang yang tidak memiliki motivasi (kasus ringan), mungkin bisa menerapkan beberap tips ini, untuk membangkitkan semangat diri.
  • Buat target hal yang akan dikerjakan. Kepuasan mencoret list dan berhasil mengerjakan bahagianya tidak terkira, lho. Bisa memjadikan seseorang lebih semangat dan tertantang mengerjakan pekerjaan selanjutnya.
  • Beri self-reward jika berhasil capai target
  • Mulai lakukan dari hal yang paling ringan dan paling disukai
Nah, bagaimana tips-tipsnya? Semoga bisa membangun, ya. Dan membuat kita mau berbenah. Sejatinya memang harus keluar zona nyaman, mencoba hal baru, menaklukan rasa malas, untuk mendatangkan kebahagiaan dan kepuasaan hidup.

Jangan menutupi pintu kesuksesanmu dengan tabiat malas. Sayang sekali kehidupan yang indah ini, kamu lalui begitu saja. Tanpa bisa membuat yang mengelilinginya ikut merasa berharga. Kalau dirasa tidak mampu mengatasi diri, termasuk rasa malas, jangan malu datang ke seorang ahli.

Dan terakhir, tidak papa kalau sesekali tergiur dengan godaan rasa malas. Kamu juga butuh istirahat. Tubuhmu perlu diberi energi. Jiwamu butuh disenangkan. Tapi semoga tidak terlena dengan break time, ya.

Komentar

  1. Setuju banget kak. Tubuh kita perlu istirahat. Kalo udah bertenaga, lanjut lagi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan terlalu di push, nanti bikin burn out, huhuhu

      Hapus
  2. Nah ini nih, yang bikin penyakit ntar sok hehehe. Padahal numpukin kerjaan ga bagus ya. Terima kasih tipsnya Kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih menjadi penyakit saya juga kak, haha. Semoga tips nya manfaat ya

      Hapus
  3. Terima kasih ya tipsnya. Sungguh artikelnya sangat relate sekali dg kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  4. Malas sama nunda bisa beda tipis ya hehehe. Mudah-mudahan dijauhkan dr malas ug berkelanjutan yaa

    BalasHapus
  5. Wah, tulisannya sangat berguna untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Emang malas ini godaannya besar sekalii wkwkwk

    BalasHapus
  6. Wah ternyata aku pernah ada di fase apathyπŸ˜… tapi sekarang udah nggak lagi kok. Sejak ikut odop, sedikit demi sedikit aku mulai semangat untuk produktif. Dulu aku kira nulis tiap hari itu mustahil. Setelah melihat kakak2 lain bisa, aku jadi terpacu deh. Gak apathy lagi hehe

    BalasHapus
  7. penyakit yang sering kambuh, hahaha. terimakasih tipsnya kak

    BalasHapus
  8. Nah bener bgt tidur juga bisa bikin energi kembali. Sama self reward sih aku biasanya kalau udah banyak nulis pengennya jajan hahaha. Nulisnya ga seberapa, jajannya yg banyak πŸ€ͺ

    BalasHapus
  9. setuju sama paragraf terakhir kak, tidak papa kalau sesekali tergiur dengan godaan rasa malas. Kamu juga butuh istirahat. Asal gak terlena break time aja..

    BalasHapus
  10. Malas itu penyakit yang paling berat buat dilepas buat semua orang malah. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi untuk menghadapi rasa malas

    BalasHapus
  11. Tips yang sangat membantuku, karena lagi di fase malas sangking banyaknya deadline. πŸ™πŸ˜„

    BalasHapus
  12. Wah aku banget ini.. πŸ˜₯

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

Teringat Kembali