Rahasia Sehatnya Anak Millenial
Tepatnya, yang aku ingat betul, aku mulai mengikuti pola sehatnya Dr. Zaidul Akbar sewaktu kelas dua SMK. Kala masa-masa kesibukan magang disebuah instansi pemerintahan.
Waktu itu aku kenal dengan Jurus Sehat Rasulullah milik Dr. Zaidul Akbar dari salah seorang pegiat dakwah yang aku iikuti di sosial media. “Kayaknya menarik, nih.” batinku kala itu.
Karena dari setiap postingan instastory-nya, kesemua itu berisi bahan-bahan makanan yang aku jarang pakai. Semisalnya membuat minuman rimpang, pakai sereh, chiaseeds, ada juga minyak zaitun, dll. “Seru juga, ya. Minumannya bikin sendiri. Pengen coba, ah.”
Berangkat dari tergiur oleh postingan orang, akhirnya aku mengikuti akun sosial media Dr. Zaidul Akbar dan mulai mendalami JSR. Kukulik satu persatu resep, kutentukan mana yang paling cocok untuk kuikuti dan sesuai kebutuhan tubuh, dan akhirnya mulai belanja bahan-bahan yang aku perlukan.
Aku mengawali langkah sehatku dengan membuat infused water. Tiap pagi setelah sholat shubuh dan beberes keperluanku di hari itu, aku menyempatkan membuat ramuan ajaib ini, haha. Beberapa potongan lemon yang dibuang bijinya, kumasukkan ke dalam botol 750ml berisi air air panas, setelah mulai menghangat kutambahi madu dan chiaseed.
Nanti siang harinya ketika sudah habis, aku ganti dengan air putih biasa.
Juga menghindari minuman ber es di kantor. Walaupun nikmatnya makan siang di warteg itu pakai es teh, aku tetap setia dengan air lemonku atau air putih, haha.
---
Kupikir, aku menjalani pagi hari dengan minum infused water hampir satu tahun deh. Hingga kelas tiga SMK. Aku ingat betul, bentuk minumanku yang aneh itu menyita perhatian teman satu kelas. “Minum apa, sih? Emang enak? Enggak pahit to?”
Selalu hal itu yang jadi bahan perbincangan ketika bertemua orang-orang. Hingga sesekali mereka ikut mencoba minuman ajaibku itu.
Nah, awal waktu setelah nyaman minum infused water, aku mengikuti jurus yang kedua. Yakni mengganti menu sarapan. Dengan apa? Sarapan hanya pakai buah! Mentok-mentok kalau masih lapar, aku rebus ubi-ubian atau sayuran di kulkas. Kadangkala juga merebus telur untuk ikut dimakan bersama sayurab rebus. Berasa hemat banget itu, jadi seperti orang kaya, haha. Makannya bersih, no minyak-minyakan, no lemak, dll.
Benar-benar cuma itu.
---
Awal menerapkan jurus itu, tentu aja masih berasa lapar. Karena, yah, namanya orang Jawa. Kalau belum makan nasi berarti belum makan, haha. Tapi demi kemaslahatan tubuhku ini, jadi di tahan-tahan lah itu rasa lapar. Walaupun di jam 9 pagi nya sudah ambil buah lagi buat dicemil.
Selain dua hal di atas, aku juga mengikuti saran-saran Dr. Zaidul Akbar yang lainnya. Kalau makan, jangan menunggu kenyang. Perut kan butuhnya hanya sesuap nasi, tidak butuh sampai kekenyangan. Jadi makin irit tuh, kalau makan siang pakai nasi, aku ambilnya secukupnya. Sudah tidak menggunung seperti sebelumnya.
Makanmu pilih-pilih. Selama setahun itu, makan gorengan bisa dihitung jari. Menghindari juga makanan yang banyak proses pengolahan, seperti ikan bakar, ayam bakar. Juga minum minuman manis, yang sekarang ini disebutnya boba, hampir tidak pernah. Es teh pun tidak. Apalagi bakso-baksoan dan makanan frozen. Dan tentu saja mengurangi gula dan garam.
Juga mulai menerapkan olahraga ringan setiap hari dan tidur awal.
Hasilnya?
Aku merasa jadi orang paling bahagia. Dengan makanan sederhana, pola-pola teratur yang tentunya jauh dari makanan tidak baik, sedikit demi sedikit membentuk tubuh jadi tahan banting. Karena olahraga rutin pun, membuat diri lebih sumringah dan bersemangat. Bawaannya senyum terus.
Karena mengurangi nasi putih, aku jadi jarang mengantuk di pagi hari. Yang mana padahal sebelumnya, ketika pagi hari jam 7 sampai sekolah aku sudah menguap-nguap. Yang biasanya lesu, jadi jreng terus dan tidak gampang loyo.
Se keren itu JSR. Iyakan?
Apalagi yang bisa diikuti bila bukan mengikuti jejaknya Rasulullah. Aku beruntung bisa bertemu dengan kakak itu, dan mengenalkan JSR kepadaku.
Aku ini tiba-tiba ingin bercerita tentang JSR, karena sudah lama tidak menerapkan polanya. Rindu dengan vibes positif yang memancar kala itu. Rindu dengan tubuh yang bisa diajak ngebut melakukan ini dan itu.
Berasa banyak tumpukan sampah sekali ditubuhku ini. Yang akhir-akhirnya banyak makan gorengan (lagi), makan bakar-bakaran, makan mie instan. Sudah jarang olahraga pula. Duh, berasa jadi remaja jompo :(
Kalau kalian? Biasanya pakai trik apa untuk bikin badan sehat dan bugar?
Tertarik mencoba JSR?
Kesimpulannya adalah:
- Kurangi nasi putih, ganti dengan beras merah
- Kurangi gula dan garam
- Menghindari makanan yang diproses terlalu lama dan berlebihan (Bakar, goreng)
- Pilih makanan yang direbus
- Kurangi minuman dingin dan bersoda
- Kurangi makan makanan instan dan cepat saji
- Tidur awal waktu
- Rutin Olahraga
Komentar
Posting Komentar