Bagaimanakah Etos Kerja Yang Baik?



Memahami sebuah etos kerja yang baik, menjadi landasan penting bagi seseorang ketika hendak melamar pekerjaan (seharusnya). Karena tanpa memahami sebuah etos, bagaimana ia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Tak peduli itu pekerjaan belakang layar atau depan layar sekalipun.

Layaknya manusia hidup di dunia yang harus memperhatikan tata krama, sopan dan santun ketika bersosial. Mereka yang bekerja, utamanya kala melayani orang lain, juga tentu saja sangat membutuhkan tata krama, atau etos kerja. Sebagai bentuk sungguh-sungguh dan tanggung jawab dalam melakukan tugasnya.

Dibalik itu pun, yang tidak terkait pekerjaan, kita sebagai manusia diharuskan untuk menghormati sesama, tidak merendahkan. Apalagi dengan sesuatu yang dibalut dengan “sebuah keformalitasan”. Justru sudah sangat seharusnya etos itu ditunjukkan. Betul?


Baru-baru ini ada berita yang cukup menggemparkan di jagat maya, tepatnya di kaanl Twitter. Dikatakan bahwa ada sebuah perusahaan, yang pelayanannya kurang baik, kurang ramah, dan kurang memuaskan.

Terlepas benar atau tidaknya berita yang tersebar tersebut, setidaknya sudah bisa mejadi bahan acuannya untk mengoreksi dan memperbaiki etos kerja bagi tiap-tiap calon karyawan atau karyawan. Supaya terhindar dari “kecolongan”, tau-tau sudah dihadapkan dengan pelanggan “tidak baik”, akhirnya viral.

Disebutkan dalam cuitan seseorang tersebut, bahwa pelayanan yang diberikan oleh oknum, kurang baik. Pertanyaan yang dilontarkan tidak terjawab dengan baik. Malah saling lempar dan buang tanggung jawab.

Untuk sekelas produk flagship, yang mayoritas konsumennya adalah kalangan berada dan menjadi produk incaran semua orang, tidak serta merta bisa menjadikan pegawainya jadi “seenaknya” bukan. Tetap harus ada SOP pelayanan yang dilakukan, entah datang ke situ untuk serius membeli atau hanya sekedar melihat-lihat.


Sudah sepatutnya seorang pemberi pelayanan tidak memilih-memilih ingin melayani siapa. Sudah seharusnya dengan sepenuh hati melayani dan memaksimalkan diri untuk mendampingi, walau belum tentu jadi dibeli.

Bila demikian, maka bagaimana etos kerja yang baik khususnya dalam bidang melayani pelanggan? Dikutip dari dicoding.com, etos kerja yang baik salah satunya adalah moralitas, keseriusan dalam bekerja.

Menjadi sebuah dasar, tentang apa yang kita dibicarakan di awal tadi. Bahwa selayaknya orang hidup bersosial, sudah barang tentu harus ada “sopan santun” apalagi dalam lingkup profesional.

Bila berdasarkan kasus di atas, penulis menilai bahwa bisa jadi karyawan yang sedang bertugas tersebut “tidak” memiliki keseriusan dalam bekerja. Hingga bisa-bisanya berperilaku demikian.

Maka, bagaimana yang seharusnya dilakukan untuk bisa melayani pelanggan dengan baik?


Pahami Produk Knowledge dengan Baik


Untuk bisa melayani pelanggan dengan baik, tentunya seorang sales harus memahami barang jualannya dengan baik terlebih dahulu. Agar bisa menyampaikan pengetahuan tersebut dengan luwes kepada pelanggan.


Berbicara Sopan dan Berpenampilan Menarik


Seorang sales dinilai juga sebagai brand image sebuah perusahaan. Dan juga tentu saja perilakunya (tepatnya saat melayani pelanggan). Maka sebelum pelanggan bisa respect kepada kita, sudah tentu kita sendiri bisa “menjaga” diri dan menampilkan image dengan baik.

Untuk menunjang performa ketika menjelaskan produk knowledge. Sales harus dan wajib untuk berbicara sopan. Agar apa yang kita sampaikan bisa dipahami dan diterima dengan baik.


Percaya Diri, Santun, dan Ramah


Bagaimana bisa seorang pelanggan bisa tertarik dan ingin mencoba produk kita, kita saja tidak menawarkannya dengan mantep dan percaya diri. Belum lagi bila ditawarkan dengan nada ketus. Duh, bukannya untung malah buntung.


Mendengarkan Keluhan dengan Sabar


Sudah sewajarnya untuk orang meraa butuh “diberi” kepercayaan tinggi dan diyakinkan. Karena ia tidak ingin uang yang dikeluarkan menjadi sia-sia karena salah membeli produk dan lain sebagainya. Maka sebagai seorang sales yang baik, haruslah mau dan sabar mendengarkan keluhan atau kebutuhan pelanggan. Supaya bisa mencarikan solusi terbaik atas situasi yang sedang dihadapi. Dan bisa membawa pulang, barang yang benar-benar dibutuhkan.


Jangan Lupa Ucapkan Terima Kasih


Entah pelanggan jadi beli atau tidak, setelah melayani atau sebelum pelanggan hendak bergegas pergi, ucapkan terima kasih. Sebagai bentuk syukur karena sudah berkenann datang dan mengenal produk-produk. Pelayanan yang ramah bisa menggiring pelanggan yang tidak beli jadi beli.

Jadi jangan pernah sia-siakan kesempatan itu dengan berperilaku tidak baik kepada pelanggan.


Nah, mungkin itu sedikit tips dan sharing terkait keresahanku menghadapi orang-orang yang belum bisa melayani pelanggan dengan baik dan penuh tanggung. Semoga bisa mejadi bahan reminder untuk kita semua. Dimana pun kapan pun harus bisa bersikap ramah, sopan, dan santun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

Teringat Kembali