Mengasah Kemampuan Public Speaking dengan Berdakwah


Public speaking dinilai menjadi salah satu skill yang wajib dimiliki di era ini. Tak terkecuali pun mahasiwa Jurusan Manajemen Dakwah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Sebelum akhirnya terjun menjadi pendakwah profesional, kesemuanya harus melewati tahap PPL Mayor, yakni latihan berdakwah.

Tak memungkiri sebuah skill, apapun itu, memanglah harus diasah. Sebelum akhirnya memiliki potensi melejit, seseorang harus menjaga konsistensinya dalam mengembangkan skill. Salah satunya yakni skill public speaking.

Untuk menjadi pendakwah profesional, tidak serta merta seseorang langsung jago berbicara di depan audiens. Melainkan tentu saja untuk mencapai tahap itu, sudah memiliki jam terbang tinggi. Salah satunya diawali dengan berlatih berdakwah, yang menjadi agenda wajib bagi mahasiswa Semester 6 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang ini.

Layaknya seorang chef yang hendak membuka restoran, seorang da’I yang hendak berdakwah pun tentunya harus memiliki bekal keilmuan terlebih dahulu. Entah dari sisi materi yang akan disampaikan, atau pun juga bagaimana cara materi itu disampaikan.

doc. pribadi

Salah satu cara melatih public speaking seorang calon da’I yakni dengan melakukan pratek dakwah. Yang dilaksanakan dalam agenda kegiatan PPL Mayor bagi mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah Universitas Negeri Islam Walisongo Semarang.

Tiap mahasiswa wajib berdakwah di hadapan audiens yang sudah dipilih masing-masing. Beserta lokasi, dan apa yang hendak disampaikan. Bertujuan agar mahasiswa lebih siap mental dan berani karena memilih lokasi yang familier.

Hal ini menjadi pijakan bagus untuk mengawali langkah berani berbicara di depan umum. Sebelum selanjutnya dapat menghadapi khalayak ramai yang tidak dikenali sama sekali.

PPL Mayor ini dilaksanakan pada periode selama bulan Februari. Sedangkan praktek dakwah masing-masing mahasiswa dilaksanakan berdasarkan kesepatan dengan pihak terkait.

Nah tapi, sebenarnya apa sih, tips-tips nyatanya untuk bisa menguasai public speaking dalam keperluan umum? Yuk, simak pembahasan di bawah ini, ya.


Kuasai Materi


Yang pertama yakni kuasai materi. Sudah wajib hukumnya untuk mampu menguasai materi yang disampaikan. Walaupun misalnya tidak ahli dalam suatu kajian tertentu, tapi paling tidak harus diusahakan untuk menguasai bab kajian yang ingin disampaikan pada hari itu.

Diibaratkan seorang mahasiswa yang dituntut mandiri dalam belajar, mencari kajian ilmu sendiri, menyusun materi, lalu mempresentasikan. Nah, itu adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak harus pandai ke segala bidang dahulu baru menyampaikan.

Cukup bawakan satu materi saja dengan baik. Bila menguasai, pasti akan dianggap jago oleh teman satu kelas. Walau sejatinya, kan, situasinya lagi sama-sama belajar.
 

Pahami Audiens


Sebagai seorang pembicara yang diundang untuk mengisi suatu acara tertenu, langkah pertama adalah mengenali audiens. Seperti apa karakteristiknya, jenis kelamin, rentang usia, pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, dll.

Bertujuan sebagai dasaran dalam menyusun materi. Sehingga nantinya materi yang dibawakan bisa sesuai dengan kebutuhan audiens. Dan tentu saja, mengenali audiens bisa membantu seseorang dalam membangun interaksi.

Supaya diskusi bisa hidup.
 

Bicara Secara Perlahan


Kecenderungan seseorang yang tengah gugup biasanya berbicara akan cepat, napas tersengga, dan pengucapan kata tidak jelas. Normal, ya?

Yang tahu bagaimana perjuangannya sebelum naik podium, pasti bisa memhami menit-menit awal penyesuaian yang demkian. Tapi bagaimana dengan yang tidak? Mereka pastinya akan kurang nyaman, dan tidak bisa memahami pembicaraan kita dengan jelas.

Maka perlu sekali untuk menguasai materi, seperti yang sudah disinggung di atas. Setidaknya kalau sudah menguasai, kita bisa sedikit relaks menghadapi audiens. Dan mengurangi rasa nervous.

Setelah itu, barulah bisa mengucapkan kata per kata dengan tempo sedang, tidak cepat tidak lambat. Sesuaikan dengan audiens dan juga beri intonasi yang pas. Supaya audiens tertatik dan memberi perhatian penuh pada paparan kamu.
 

Tips, terakhir. Latihan, latihan, latihan.

Kalau gagal dicoba lagi. Kunci utama orang sukses hanya satu, mau untuk bangkit dan belajar lagi.

Nah, demikian sedikit pengelaman tentang berlatih dakwah yang mengasah kemampuan public speaking. Beserta sekelumit tips umum yang bisa diterapkan untuk menjadi seorang public speaker yang baik.

Jangan takut salah, jangan takut gagal. Hadapi saja medanmu. Niscaya akan sampai juga, kok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

Teringat Kembali