Perlukah Side Hustle?
Mulai timbul perasaan-perasaan tidak enak hati karena merepotkan orang tua untuk mencukupi ini itu. Menilik diri sendiri yang rasanya masih anak “sekolahan”, tapi usia sudah tua. Semakin menimbun kerisauan akan masa depan.
Takut setelah lulus tidak langsung mendapatkan pekerjaan, takut membebani orang tua dengan biaya keperluan yang semakin menjadi-jadi, takut menjadi anak tidak mandiri, dll. Pernah merasakan kerisauan yang sama?
Selamat, artinya kamu mulai menapaki usia 20-an.
Lalu apa kaitannya dengan side hustle?
Menurut indeed, side hustle adalah pekerjaan yang dimiliki seseorang disamping pekerjaan utamanya. Sebuah sumber pemasukan lain yang sengaja “digali” karena membutuhkan pemasukan lebih, atau sekedar mengembangkan hobi menghasilkan.
Bila sekarang ini pekerjaan kita adalah seorang mahasiswa, maka side hustle bisa dijadikan sebagai wadah untuk berlatih bekerja. Sebelum akhirnya memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Sambil menambah-nambah uang jajan dan mulai hidup mandiri.
Juga sebagai ajang mengasah diri membiasakan untuk bekerja dan mengumpulkan portofolio. Atau bisa jadi sebagai bentuk motivasi mempelajari hal baru yang berkaitan dengan ketertarikan pada bidang kerja yang ingin disasar. Untuk siap-siap dulu gitu, lho, hehe
Tapi apa, sih, yang bisa dilakukan oleh seorang mahasiswa untuk menggali pundi-pundi rupiah disamping kesibukaannya yang padat? Yuk kita simak.
Content Writer
Sebuah kemampuan menulis seseorang yang bisa menghasilkan konten-konten menarik di media online. Tidak kesemua mahasiswa memiliki kemampuan menulis yang baik, sehingga pilihan pertama ini bisa dipertimbangkan untuk kalian yang suka dengan dunia tulis menulis.
Sebagai seorang konten writer kalian akan berkutat dengan pembuatan, pengelolaan, dan pendistribusian konten. Harus menguasai SEO dan memiliki kemampuan editorial. Juga diharuskan mampu untuk mengukur hasil performa konten.
Socmed Specialist
Sosial Media Specialist (SMS) adalah profesi yang bertanggung jawab pada media sosial perusahaan, mulai dari Instagram, Twitter, Tiktok, hingga Linkedin. Seorang mahasiswa bisa mengawali karir sebagai seorang freelancer dan melamar posisi sebagai admin sosial media.
Sebelum nantinya bisa menjadi seorang spesialis yang handal.
Pekerjaannya seorang SMS berupa membangun dan memperkuat identitas perusahaan. Mengelola konten apa sajaa yang layak posting, dan membentuk citra perusahaan. Membuat konten plan media sosial, dan membuat laporan perkembangan sosial media.
Graphic Design
Sebagai seseorang yang memiliki minat pada dunia gambar menggambar, apalagi seorang mahasiswa jurusan seni dan DKV, maka pekerjaan ini cocok untuk kamu. Dalam sebuah perusahaan, posisi ini diisi oleh orang-orang yang piawai menggambar dalam perangkat lunak secara grafis dan membantu kebutuhan komunikasi visual.
Untuk ukuran seorang mahasiswa, mungkin bisa mensubmit job pada platform pekerjaan atau menjual karya desainnya dan memenuhi permintaan klien sebagai freelancer.
Jobdesknya bila dalam sebuah perusahaan nantinya, akan berkutat dengan perencanaan dan desain konseptual. Mempersiapkan dan merencanakan materi promosi perusahaan atau produk. Dan menyajikan tata letak grafis.
Jualan
Rasa-rasanya melihat ketiga pekerkaan di atas, butuh skill sekali, ya. Tidak semua mahasiswa memiliki kemamapuan dan ketertarikan di bidang itu. Nah, untuk kalian yang tidak berminat dengan ketiga dunia di atas, bisa mencoba membangun usaha. Dan dimulai dengan berjualan keceil-kecilan.
Entah membuat camilan dua ribuan untuk dijual pada teman satu kelas, atau open pre order menu makan siang, atau menjual produk-produk dari distributor berupakan pakaian, buku, dll.
Peluang julaan ini sangat terbuka lebar dan menjadi sebuah pekerjaan sampingan yang menghasilkan. Dengan bermodal olah bahan makanan, promosi, dapat uang deh. Betul?
Selain beberapa perkerjaan di atas, tentunya masih banyak lagi pekerjaan yang bisa dilakukan oleh seorang mahasiswa untuk mencari pemasukan tambahan. Misalnya melamar pekerjaan part time, menjadi guru les, dll.
Jadi, side hustle penting, ya untuk mahasiswa?
Jawabanku penting. (Tapi tetap tergantung dengan preferensi masing-masing).
Selain menambah pemasukan, tentu saja yang menajadi pelajaran penting adalah pengalamannya. Dengan mencoba banyak lini pekerjaan, nantinya di usai bekerja setelah lulus kuliah, bisa langsung memantapkan diri ingin bekerja dimana dan jadi apa.
Sekaligus memperbanyak relasi yang ada.
Komentar
Posting Komentar