Rekomendasi Buku Self Improvement Ala Aku
Self improvement selalu menjadi kajian yang tidak pernah usai dibahas. Tentang bagaimana seseorang bisa meningkatkan potensi yang dipunya dan menjadi manusia bernilai tanpa minder memikirkan kekurangan. Yakin serta percaya bahwa diri sendiri sama baiknya seperti orang lain.
Mengembangkan diri bisa dilakukan dengan cara mengasah hal-hal yang dikuasai dan potensial. Berfokus pada hal yang bisa dikerjakan dan memasimalkan itu untuk dimanfaatkan. Bisa dilakukan bersama konselor pendamping, atau bisa juga diterapkan sendiri melaui bahan bacaan yang membahas topik sesuai kebutuhan.
Maka di sini aku ingin sedikit membagikan rekomendasi buku self improvement untuk kamu. Siapa tahu salah satu buku di bawah ini, ada yang topiknya relevan dengan kebutuhan dasarmu untuk meningkatkan nilai diri.
Yuk, sama-sama berkembang dan menjadi pribadi penuh nilai. Simak bukunya di bawah ini, ya.
Psychology of Money - Morgan Housel
Setelah kemarin buku ini menjadi salah satu buku yang dibaca oleh Pevita Pearce, secara personal pun aku merekomendasikan buku ini untuk kalian baca. Sangat cocok untuk kamu yang ingin belajar menstabilkan keuangan.
Disusun berdasarkan banyak penelitian, jadi bahasannya related dengan situasi sekarang. Sedikit bahasannya, menyatakan bahwa uang tidak sekedar tentang kekayaan materi, tetapi juga tentang kebahagiaan, kepuasan hidup, dan pemenuhan kebutuhan jangka panjang.
Menekankan juga pentingnya belajar dari kesalahan dan kegagalan, serta bagaimana membangun ketahanan finansial dalam jangka panjang.
Insecurity - Alvi Syahrin
Khusus untuk kamu yang saat ini ingin ditenangkan hatinya, karena sedang mengalami insecurity. Insecurity sebuah buku ringan sarat makna, yang dibaca malah seperti sedang diajak curhat oleh seorang teman. Ngalir, no judgement. Perasaan yang ingin disampaikan penulis tersampaikan dengan jujur dan tulus.
Menuliskan berbagai tips dan strategi praktis yang dapat membantu kita memperkuat kepercayaan diri. Lewat buku ini kita diajak untuk melawan pandangan-pandangan yang merendahkan diri dan mempromosikan standar yang tidak realitistis.
Berani Tidak disukai - Ichiro Kishimi & Fumitake Koga
Buku ini mirip-mirip dengan pembahasan di buku sebelumnya, yang berputar pada topik meningkatkan kepercayaan diri, anti minder, dan berani melakukan hal yang ingin dilakukan tanpa peduli komentar orang lain. Bedanya buku ini ditulis oleh dua penulis luar, yang fokusnya untuk perbaikan mindset. Bukan sekedar buku ringan.
Ichiro & Fumitake mengatakan bahwa kebahagiaan berasal dari bagaimana kita mencintai diri sendiri. Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Jadi, cukup fokus dengan apa yang diri sendiri miliki dan terus mensyukuri segala hal tanpa merasa minder dengan kehidupan orang lain.
Sebuah buku yang menanamkan pemahaman baru, untuk tidak mengejar validasi eksternal. Fokus pada pengembangan diri kita tanpa berharap berlebihan pada sebuah validasi.
Atomic Habits - James Clear
![]() |
Source: gramedia.com |
Berisi inspirasi yang mendobrak ketakutan kita untuk melakukan hal diluar kebiasaan, misalnya membangun kebiasaan baru. Menurut James, salah satu cara terbaik untuk membangun kebiasaan baru adalah dengan mengidentifikasikan kebiasaan yang sudah ada setiap hari lalu menumpuknya dengan kebiasaan baru.
Sebagai seseorang yang mendamba perubahan diri ke arah lebih baik, tentunya tidak akan terlepas dari membangun kebiasaan baru dan menjadi pribadi yang lebih bernilai. Ancaman terbesar kesukesan bukanlah kegagalan, melainkan rasa bosan. Sehingga yang harus dikalahkan adalah rasa bosan, bukan rasa takut gagal.
James Clear membekali mindset kuat untuk membangun sistem yang benar. Mengarahkan kita stay on the track of habits. Jangan fokus pada tujuan melainkan fokus pada pengulangan, bukan kesempurnaan.
Filosofi Teras - Henry Manampiring
Berisikan inspirasi yang membuat kita sadar, bahwa masalah terbesar bukan datang dari masalahnya melainkan dari pemikiran kita sendiri. Buku ini mengajak kita untuk merenungkan nilai-nilai, kehidupan, dan tujuan yang harus benar-benar dijadikan prinsip.
Salah satu pembahasannya yang menarik, yakni tentang menangisi hal yang sia-sia. Bukan hal asing, ya, untuk kita. Sehari-hari masih sibuk dengan peneyesalan tak berujung. Hingga membuat hal lainnya menjadi kabur.
Bahasan lainnya yakni, jangan terlalu memikirkan hal yang belum terjadi kedepannya dan biarkan hidup berjalan sebagaimana mestinya.
Wah, menarik sekali, ya?
Ternyata bahasan self improvement tidak melulu tentang keterampilan fisik. Melainkan kesemuanya berfokus pada nilai dalam diri. Tentang bagaimana menjadi manusia baru yang penuh martabat dan pandai memposisikan diri.
Dari kelima buku di atas, mana yang kamu banget? Tertarik membacanya?
Komentar
Posting Komentar