Writer’s Block? Siapa Takut!




Writer’s block menjadi hal sehari-hari yang wajar menghantui setiap penulis. Termasuk aku salah satu diantara penulis yang suka dikejar-kejar writer’s block. Kamu juga kah?

Sebetulnya tak perlu diambil pusing perihal buntu ide ini. Manusiawi sekali bila sesekali harus merasa kosong dan gelagapan untuk menulis. Tapi sebagai seorang penulis yang baik, pasti inginnya untuk berantisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan, bukan? Salah satunya dari kebuntuan ide.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi kondisi buntu ide dan memancing ide baru untuk muncul?

Setelah kemarin sudah membahas tentang apa itu writer’s block, kali ini saatnya membahas mengenai bagaimana cara mengatasi writer’s block. Namun perlu digaris bawahi, cara setiap penulis dalam menghadapi masalahnya berbeda-beda. Bisa jadi cara yang aku terapkan tidak bekerja untuk kamu.

Berikut beberapa tips ala aku, yang biasa aku terapkan kala writer’s block menyerang. Semoga salah satunya bisa diterapkan untuk menghadapi kebuntuan idemu.


Membaca Buku


Pernah mendengar sebuah pepatah, “Kalau ingin menulis satu buku, maka bacalah sepuluh buku.” Nah, aku menjadi seseorang yang percaya atas pepatah legendaris itu. Memang benar, ketika ingin menulis seorang penulis harus lah berbekal diksi dan ide dari beberapa sumber bacaan yang dibaca untuk memperkaya tulisan.

Entah sedang menulis cerita fiksi, ataupun nonfiksi. Sekurang-kurangnya baca tiga atau lima topik serupa yang ingin ditulis. Untuk mengembangkan ide dan mencari referensi. 


Jalan-jalan


Untukmu yang ekstrovert, mungkin tips jalan-jalan ini bisa sangat membantu. Diposisi kejar deadline setor tulisan yang mengharuskan menghadapi laptop berjam-jam, pastinya membuat suntuk. Obat suntuk untuk orang ekstrovert, ya jalan-jalan.

Cari udara segar sembari memunculkan ide dari hal-hal yang ditemui sepajang perjalanan. Salah satu hal menarik yang dijumpai di jalan bisa dijadikan satu judul tulisan, atau tambahan ide untuk tulisan yang sudah ada.


Mendengarkan Musik


Seseorang dengan tipe kepribadian berbeda tentu saja memiliki cara tersendiri untuk mengalahkan diri sendiri. Bisa seorang ekstrovert bisa dengan jalan-jalan dan mengganti suasana baru, maka seorang introvert bisa tetap di rumah saja sembari mendengarkan musik kesukaan.

Dari alunan irama yang menggugah bisanya membangkitkan aliran semangat baru atau menarik kenangan masa lalu. Bisa jadi dalam proses menikmati alunan lirik pun, memunculkan ide tak terduga. 


Freewriting


Banyaknya tekanan dari sebuah pekerjaan, lama-lama bisa mengakibatkan seseorang kuwalahan dan tidak berdaya akan kemampuannya. Merasa tidak percaya diri dengan hasil tulisan, merasa tidak puas, akhirnya buntu tidak tau ingin menulis apalagi.

Maka salah satu cara untuk mengatasi tekanan berlebih itu, dengan cara menulis bebas. Tulis sebanyak mungkin hal yang kamu rasa menarik. Tak perlu memperhatikan kaidah penulisan, topik atau tema tertenu, jumlah kata, cukup tuliskan lah.

Bisa jadi dari sebuah coretan penyalur emosi tersebut, terselip ide tak terduga yang ikut menyembul dari lelahnya proses berpikir. 


Membuat Outline


Outline menjadi salah satu hal penting bagi seorang penulis untuk dipersiapkan. Bagaimana tidak, posisi outline seperti kata kunci tersembunyi yang bisa dibuka dan memberikan pencerahan otak. Sebuah sourtcut untuk menarik ide yang mulai pudar.

Biasanya dipersiapkan diawal sebelum melakukan kegiatan menulis. Penulis menulis poin-poin penting yang ingin dibahas dalam secarik kertas. Menjadi sebuah panduan penulisan dan rambu-rambu agar tidak menulis di luar topik. Sekaligus menjadi penolong ketika kebuntuan menyerang, dari poin yang sudah ditulis, bisa diulik kembali.


Nah, rupanya banyak sekali, ya, hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi kebuntuan ide. Jadi, masih takut kah dengan buntu ide?

Peluang mengais inspirasi sudah Tuhan buka selebar-lebarnya, tinggal bagaimana seorang penulis bisa mengasah kepekaannya dan menjadikan itu sebagai ide tulisan. Angkat semua ide yang Tuhan sodorkan, tulis dengan gaya bahasa terbaikmu.

Terkadang menjadi diri sendiri menjadi jalan terbaik, daripada harus mengikuti pasaran. Menjadi berbeda, unik, bukan hal yang buruk. Selagi tulisanmu bermanfaat dan tidak merugikan orang lain, maka tulislah apa pun yang kamu mau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

Teringat Kembali