Shareing Session & Strategi Lulus ODOP!

 


Tidak semua orang memahami dan mengetahui mengenai bakat dan minat dirinya sendirinya. Banyak yang ikut-ikutan agar terlihat keren, ada yang tiba-tiba nimbrung padahal itu suatu hal yang tidak ia suka. Namun rela karena ada doi atau sahabatnya berada di lingkungan itu.

Aku bukan tipe orang yang peka dengan bakat minat. Tidak menjadikan itu sebagai jembatanku meraih ‘sukses’. Seringnya hanya menganggap remeh dan sepele. Seolah itu adalah hal yang biasa untukku. Perihal menulis, sebenarnya aku tidak yang antusias. Tidak yang rajin mengikuti seminar kepenulisan atau kelas-kelas menulis.

Namun dibalik itu, sebenarnya ada hal yang selalu membuat diriku bertanya-tanya.

“Aku sama nulis biasa aja. Nggak yang harus serius dan berdedikasi dalam dunia kepenulisan. Tapi pas ada tugas menulis kok lancar-lancar aja ya.”

Dan itulah sekelumit percapakan dalam hati yang sering nongol. Walaupun bila dikatakan jago atau tulisannya bagus sebenarnya tidak. Namun ketika melihat teman-teman disekitarku mereka selalu mengeluh ketika ada tugas essay atau menulis dan seolah mendapat tugas yang amat berat. Sedangkan aku enjoy saja.

Beriring waktu kegiatan menulis itu stuck karena aku lulus jenjang SMK dan tidak ada lagi alasan yang membuatku ingin menulis. Tergeserlah dengan hobi lain seperti membaca, merajut, membuat kerajinan tangan, dan terkadang menggambar. Lupa dan akhirnya tersingkirkan. Dan hadirlah masa pandemi yang tidak diduga-duga.

Membuat diriku semakin banyak membaca. Semakin banyak mengikuti kelas online. Seminar umum maupun keagamaan. Yang nanti dari itu semua terkadang ada yang memberikan tugas menulis. Dan semenjak itu lah, ternyata baru sadar bahwa aku suka menulis. Dan ini sangat enjoy sekali.

Dari yang awalnya hanya sibuk tentang buku atau menggambar atau sesekali merajut, sekarang tertarik untuk menulis. Mulai mengikuti kelas menulis seperti cerpen dan puisi. Walaupun tulisannya kurang bagus, namun senang karena punya teman-teman satu frekuensi. Dan tentunya banyak ilmu baru yang aku dapat.

Kian lama kian membutuhkan sesuatu yang baru. Membutuhkan asupan ilmu yang lebih lagi tentang menulis. Serta mulai mencari-cari komunitas kepenulisan untuk menunjang diriku dalam menghasilkan tulisan. Karena lingkungan yang positif serta sefrekuensi, bisa membuat diriku tambah semangat. Walaupun diluar itu ada banyak sekali ‘masalah’.

Dan akhirnya aku menemukan komunitas ODOP. Yang entah karena angin apa, aku mulai searching dan ternyata jodoh mempertemukan. Lalu yang kebetulannya lagi, ODOP sedang open recruitmen. Dan langsung saja aku tancap gas. Tanpa berfikir panjang, apalagi nanti-nanti. Masalah akan mampu mengikuti atau tidak, itu masalah belakangan bagiku.

Setelah bergabung selama kurang lebih satu pekan, aku mulai mengetahui bahwa ODOP buka sekedar komunitas menulis. Melihat kondisi sekarang, yang banyak sekali komunitas tetapi tidak aktif bertanggung jawab untuk mengasah skill membernya. Dan ini tentu beda dengan ODOP. Basic nya memang menulis secara umum, dan yang aku ikuti ini tentang konsisten menulis di blog.

Konsistensi yang dituntut pun bukan sekedar hanya abal-abal tetapi banyak poin-poin perhitungan serta ‘hukuman’ bila tidak menjalankan tugas dengan baik. Semangat menulis kita sangat ditunut disini. Sekalinya tidak memenuhi poin dengan baik, dengan akumulasi per pekan, maka pekan berikutnya tidak diperbolehkan untuk bergabung kembali.

Kenapa sedemikian ketat? Karena nanti akan ada kelulusan. Dan kelulusan inilah yang hendak dicapai setiap orang yang mengikuti program ODOP. Selain bisa menjadi anggota resmi komunitas, benefit lainnya kita bisa memilih program lanjutan. Dengan konsentrasi menulis di masing-masing bidang paling diminati. Bagiku sendiri, bidang yang aku ingin masuki ketika aku lulus adalah bidang kepenulisan novel dan kepenulisan yang bisa tembuh redaksi.

Wah, namun sebelum membahas tentang rencana setelah kelulusan itu hendaknya aku lulus dulu dari program ini. Baru bisa menikmati program-program lanjutan. Lalu strategiku untuk lulus apa sih? Yuk simak poin-poinnya dibawah ini, siapa tau bisa bermanfaat untuk kalian.

 

Tambah Frekuensi Membaca

Sudah tak asing kan dengan kaitan membaca dan menulis? Tentu saja aku melakukan ini agar pembendaharaan kataku semakin meningkat. Dengan tujuan agar memudahkan aku merangkai kata. Tulisanku memang belum dikatakan baik, namun untuk konsisten menulis adalah sebuah pilihan. Dan ini salah satu bentuk strategiku agar tidak kehabisan kata untuk menulis. Serta membantuku untuk mengetahui pembentukan pola-pola kalimat agar kalimat yang aku tulis bisa padu.

 

Menulis Sesuatu yang Aku Suka

Menulis topik berat serta kompleks bukanlah hal mudah. Karena sebelum menulis, kita diharuskan untuk mencari ilmunya dahulu. Sebelum pada akhirnya kita membagikan lagi ilmu itu kepada orang lain menggunakan bahasa kita sendiri. Bila topik yang kita angkat adalah topik yang kita tidak suka, maka seringan apapun tulisan yang akan disajikan tetap terasa berat bila ingin menulis. Karena ada faktor berat hati didalamnya. Maka untuk mengantisipasi kemalasanku dalam menulis, aku memilih topik yang aku suka dan sedang ku pelajari. Agar enjoy ketika menuliskannya ulang dan membagikan kepada kalian.

 

Memperbaiki Ibadah

Percaya atau tidak, ibadah atau sholat yang tepat waktu dengan memperhatikan tuma’ninah dan segala macamnya akan membuat perasaan senang dan kembali netral. Seolah seperti telah membuang beban berat. Energi  tubuh seperti telah tercharge kembali dan dampaknya akan ada pada pola pikir kita. Pola piker yang semakin jernih, ringan, plong, sehingga ide mudah muncul. Dan yang pasti langkah kita di ridhoi Allah. Menulis seperti tidak ada halangan yang berarti.

 

Dan itu tadi sedikit tips atau strategiku untuk konsisten menulis yang menjadi syarat untuk kelulusan. Strategiku memang sedikit, tapi insyaAllah itu sudah sangat cukup untuk saat ini. Dan semoga kedepannya akan lebih semakin mudah lagi untuk konsisten.

Membagikan informasi dan konsisten menulis bukan sekedar rutinitas hanya karena ingin lulus. Tulisanku memang belum sebermanfaat yang lain, tapi aku berusaha menulis dengan sepenuh hati agar pesannya dapat sampai kepada tiap pembaca. Dan tentunya semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari setiap tulisanku.

Bersyukur karena bisa bertemu dengan komunitas ODOP. Menjadi jembatanku untuk lebih percaya diri menunjukkan tulisanku. Walaupun tentunya masih banyak kekurangan dan butuh banyak sekali arahan. Semoga komunitas ODOP bisa semakin berkembang dan menjadi jembatan-jembatan lain bagi orang-orang yang membutuhkan jembatan itu. Dan selalu utamakan kebermanfaatan untuk orang lain disamping hal-hal yang bersifat ‘dunia’.

Cukup sekian sesi sharingnya. Semoga bermanfaat bagi yang membaca. Dan tentunya menjadi reminder juga untuk aku sebagai penulis. Semoga kalian sama-sama semangat ya. Yuk konsisten menulis! Semata-mata karena Allah, karena ingin bermanfaat bukan hanya karena ingin lulus. Terima kasih bagi yang sudah membaca hingga akhir.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

8 Rekomendasi Buku Yang di Baca Pevita Pearce