Book I Love From Tere Liye



Sebagai seorang yang ngakunya pecinta buku dan punya hobi membaca, pasti punya sosok penulis kesukaan yang tiap karyanya launching langsung diserbu. Tak terkecuali aku, yang beberapa waktu lalu “tergila-gila” dengan Tere Liye. Sedikit-sedikit jika ditanya, “Siapa penulis favoritmu?”, pasti jawabanku, “Tere Liye!”.

Kalian begitu juga? Ketika ditanyai pertanyaan serupa pasti ada satu nama yang menyembul duluan, menyerobot ingin diteriakkan keras-keras. Yakan? Siapa nih, penulis favorit kalian? Siapa tau kesukaan kita sama, atau aku jadi punya referensi penulis baru. Share jawaban kalian di kolom komentar ya…

Sebelum kepada rekomendasi buku, atau sharingku tentang buku-buku Tere Liye, aku pengen menyinggung tentang “beberapa waktu lalu.” Yap! Aku pernah di fase tergila-gila dengan Tere Liye. Tapi fase itu sedikit kendor belakangan ini. Mungkin karena tulisan ia lebih mengarah kepada fiksi remaja. Dan aku merasa sudah tidak begitu cocok dengan gaya tulisan beliau. Karena “rata-rata” cerita yang ditulis itu tentang petualangan, seperti serial Bumi dan Si Anak. Walaupun tidak semua, tapi ya begitulah. Kalau masalah kesukaan memang selalu ada pasang surutnya.

Walaupun demikian, tetap akan ada karya favorit dari seorang penulis. Yang diselalu dipamerin kemana-mana, haha. 

Nah, sesuai judul di atas, langsung saja ya, aku kali ini ingin membagikan pengalamanku membaca beberapa buku yang bener-bener kusuka banget dari Tere Liye. Yang mungkin saja, ada diantara kalian sedang mencari rekomendasi buku, artikel ini akan sangat cocok untuk kamu. Selamat menyelami kolam buku Tere Liye!

 

Hujan

From: gramedia.com

Aku inget banget, ini buku pertama Tere Liye yang aku baca, mungkin sekitar lima tahun lalu. Yang sampe sekarang masih selalu terkenang, Hujan tuh spesial. Berkisah tentang Lail dan Esok. Tentang persahabatan, cinta, perpisahan, dan melupakan. Juga tentu saja, tentang Hujan itu sendiri. Perasaanku ketika membaca ini, haru, sedih, banjir air mata di sepanjang perjalanan. Bener-bener sedalem itu rasa yang dibangun sama Tere Liye. Aku pun sampai dibuat terkagum-kagum sama Lail. Gigih banget perempuan satu itu. Kisah Lail dan Esok pun menggetarkan hati. Bikin sulit move on, gimana perjuangan mereka berdua.

Hujan ini bersetting di tahun 2050 yang saat itu dikisahkan teknologi sudah sangat maju. Penjelasan detail terkait hal-hal teknologi pun menurutku dikupas dengan baik. Apalagi part-part bencana alamnya. Walaupun kalau bagi sebagian orang, ada yang mengatakan Hujan ini seperti serial sinetron, ya, haha. Klise banget katanya. Tapi bagiku tidak, sih. Kala itu, ini menjadi bacaan yang bikin aku berdecak, “WOW!”

 

Rindu

From: kompasiana.com

Bila novel sebelumnya dirasa “sinetron” banget oleh sebagian orang, Rindu ini kujamin lebih berbobot. Walaupun aku merasa Hujan spesial, rasa ketika membaca Rindu dan Hujan tidak bisa disamakan. Rasaku ketika membaca Rindu lebih kepada perasaan hangat, dan takdzim (hormat).

Ngalir banget dibaca. Konfliknya lebih ngena ini daripada Hujan, lebih kompleks tentunya. Tapi hebat, 500an halaman tidak kerasa dibaca. Page turner!

Bersetting pada tahun 1938, di atas kapal Blitar Holland yg hendak mengangkut jamaah Nusantara untuk menunaikan ibadah haji. Di cerita ini ada lima tokoh utama, Daeng Andipati, Ahmad Karaeng (Gurutta), Ambo Uleng, Bonda Upe, dan pasangan Mbah Kakung & Mbah Putri dari Semarang. Lima tokoh tersebut menyimpan kegundahan di hati masing-masing.

Pertanyaan-pertanyaan yang berasal dari kegundahan inilah menghantarkan Rindu bermuara. Sepanjang perjalanan kapal, kita disuguhi berbagai sudut pandang jawaban dari masing-masing pertanyaan mereka.

Rindu menjadi salah satu buku yang membekas karena nilai keislaman yang dibawa sangat kental. Banyak ilmu dan nilai yang aku ambil dan bisa terapkan setelah membaca Rindu.


Tentang Kamu

From: gramedia.com

Kisah di balik aku punya novel ini, adalah karena sebuah hadiah dari seseorang. Rasanya happy aja gitu. Di masa-masa aku suka sama penulis ini, eh dapet hadiah novelnya dong, hihi

Buka halaman pertama udah berbunga-bunga. Tidak berekspektasi cerita yang diusung akan sebagus Rindu. Tapi di luar dugaan, rupanya Tentang Kamu pun menjadi salah satu novel yang aku sukai. Dengan cerita yang lebih romantis, ketimbang Rindu yang garis besarnya tentang kehidupan.

Di suatu pagi, kantor pengacara Thomson & Co dikejutkan dengan meninggalnya billioner Sri Ningsih. Yang meninggalkan banyak warisan. Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara muda diutus oleh perusahaan untuk mengusut perihal harta warisan Ningsih dan perjalanannya dimulai di Pulau Bungin, Sumbawa dimana kisah hidup Sri Ningsih dimulai.

Kerangka cerita Tentang Kamu dibangun berdasarkan fase kehidupan Ningsih.  Entah keresahan, kegigihan, kesedihan, semuanya. Emosi yang dipunyai Ningsih di detailkan dengan menggetarkan. Seolah-olah, Ningsih adalah kita, dengan versi berbeda. Benar-benar layaknya membaca “buku kehidupan.”

Tentang bagaimana cara Ningsih menghadapi kehidupan di masa anak-anak, hingga perjalanan-perjalanan besarnya ke ibukota lalu bertolak ke London. Tentang kegigihannya mengejar apa yang diinginkan. Jatuh bangunnya menghadapi tiap gejolak di fase kehidupan yang ia lalui. Buku ini membuat aku termotivasi bagaimana melihat kegigihan, jatuh bangun dan perjuangan Sri Ningsih dalam menjalani kehidupannya. Siapa yang mengira bahwa bocah dari Pulau Bungin di Sumbawa yang dulunya hanya dianggap sebelah mata bisa menjadi direktur perusahaan dan tinggal di luar negeri?

Perasaan yang dibangun Tere Liye sebagai konklusi muara Tentang Kamu ini adalah, “Pada akhirnya apa yang dihadapi akan selalu mengalir seperti sungai.”


Nah, mungkin itu saja sedikit pengalaman membaca yang aku bagikan saat menyelami karya-karya Tere Liye. Semoga bisa menjadi rujukan kalian untuk menentukan pilihan. Tapi, sih alangkah kerennya, kalau bisa ya dibaca tiga-tiganya. Karena kesemuanya itu mempunyai atmosfir perasaan yang berbeda. Jadi patut untuk dicobain satu-satu.  

Mana nih, di antara ketiga rekomendasi di atas yang membuat kalian penasaran?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Diri Kita Seorang Introvert?

Untuk Kalian

8 Rekomendasi Buku Yang di Baca Pevita Pearce